pesawat_rusia Su-24Hubungan pemerintah Erdogan dengan militer Turki tampaknya menununjukkan kerenggangan. Permainan Bilal Erdogan, putra Presiden Erdogan dalam mengambil keuntungan dalam dirty war melalui perdagangan minyak dengan ISIS dan Al-Qaeda yang tentu saja menebalkan dompet klan Erdogan, dan hal ini menyebabkan pihak militer Turki agak terusik.

Manuver Erdogan untuk menunjukkan powernya dengan usahanya melibatkan kekuatan Barat di Suriah (melalui provokasi penembakan pesawat Rusia) tidak menarik minat NATO–yang berakhir dengan kepanikan politik pemerintahan Erdogan — maka pernyataan militer Turki yang berbeda dengan pernyataan Erdogan (tentang penembakan pesawat Rusia tersebut), adalah sinyal bahwa Erdogan harus lebih bisa bermain cantik.

Erdogan harus berpikir bahwa dalam politik tidak ada kawan yang setia kecuali kepentingan. Turki belum terkonsolidasi dan terintegerasi dalam satu pandangan, apabila diatas permukaan tampak bersatu, itu karena Erdogan mampu mengelola konflik sebagai cara menyatukan pandangan rakyatnya. Tetapi jika Erdogan mengais keuntungan dengan menzalimi kedaulatan negara, dan mengambil keuntungan dari kezaliman itu, maka Erdogan akan tergilas oleh konflik yang dia ciptakan sendiri. Persoalannya bukan pada cepat atau lambatnya itu, tapi akselerasi pembusukan politik di negara Turki. Tidak ada peradaban yang langgeng bila ditegakkan di atas kezaliman. (Rizal Pasyaalamsyah)

***
Maka, Erdogan perlu kiranya melakukan hal-hal ini:

1. Mengaku dan berterus terang bahwa “jet tempur Rusia jatuh karena kami yang menembaknya”.
2. Meminta maaf sedalam-dalamnya atas kasus tersebut
3. Mengaku dengan gentleman bahwa, “kami yang memberi suplai pasokan senjata dan pelatihan pada pemberontak Suriah dan hal itu adalah kesalahan najis dan menjijkan”.
4. Mengaku dan meminta maaf sedalam-dalam dan seikhlas-ikhlasnya karena “kami pula yang merencanakan untuk menjatuhkan presiden sah Suriah bersama Amerika dan sekutunya melalui perpanjangan tangan pemberontak dan ISIS”.
5. Mengaku dan berterus terang serta meminta maaf sebesar-besarnya kepada Presiden dan rakyat Suriah juga kepada Rusia karena “kami pula yang mencuri dan merampok harta kekayaan Suriah, dengan merampas minyak secara besar-besaran terhadap kilang-kilang negeri Suriah melalui tangan-tangan teroris”.
6. Berjanji bahwa “kami tidak akan mengulang kembali dan meminta maaf sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya pada masyarakat dunia internasional terutama Presiden Suriah dan rakyatnya yang telah menderita lahir dan batin itu”. (Azmi Nur Syam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL