Oleh: Ayudia az-Zahra, Blogger

Hadith-on-Bottled-Water-Packaging-in-Australia

Sumber foto: http://q8allinone.com

Awalnya, saya hendak memberi judul artikel ini “Jejak Nabi Muhammad di Australia,” namun dalam pengerjaannya, saya ‘terpaksa’ mengurungkan niat tersebut karena saya menjumpai fakta-fakta yang berbeda dengan apa yang saya terima pada awalnya.

Seorang teman berbagi sebuah foto di grup, dan saya terhenyak melihatnya. Sebuah air botol kemasan yang berasal dari negeri kangguru, Australia, disisipi sebuah memo kecil yang berbunyi “Do not waste water even if you were at running stream –Prophet Muhammad peace be upon him.” Janganlah Anda membuang air walaupun kalian hidup di sungai yang mengalir. Saya yakin beliau berpesan sedemikian rupa– melarang kita dari perbuatan buang-buang air bukan karena beliau hidup di tanah Arab yang gersang dan sulit air, namun pada hakikatnya, berlebih-lebihan itu bukanlah hal yang baik.

Rasanya begitu surprise, mengetahui sabda-sabda Nabi Muhammad terpatri di dalam sebuah produk yang diproduksi oleh negara yang mayoritas penduduknya adalah non-muslim. Apalagi bila saya membandingkan dengan ditemukannya air terjun warna-warni – sebuah air terjun berwarna merah muda diterpa sinar matahari, di tengah-tengah warna hijau rerumputan. Air terjun tersebut berada di tengah persawahan warga di anak sungai Cihaur di Kampung Pangkalan dan Kampung Cibacang Desa Cipeundeuy Kecamatan Padalarang Jawa Barat yang bermuara di sungai Citarum. Tidak hanya merah muda, aliran air di sungai ini selalu berganti warna menjadi merah, kuning, biru, hijau, dll. Berubahnya warna  air sungai ini lantaran tercemar oleh limbah kimia cair yang berbahaya seperti Mangan (Mn), Chromium Heksvalen (Cr6+), Alkyphenol, Cadmium (Cd), Merkuri (Hg), Tembaga (Cu), dan sejenisnya.

Saya terenyuh dengan air berwarna-warni tersebut, karena yang terjadi bukan lagi sekedar membuang air, namun lebih dari itu. Air dicemari dengan racun yang berbahaya bagi kesehatan, dan kerenanya melintas di sana harus dengan menggunakan baju khusus dengan masker pelindung. Ironisnya, air itu terletak di tengah-tengah persawahan, di sebuah negara yang mayoritas rakyatnya adalah muslim. Apakah mereka  telah lalai dengan pesan Nabi?

Penasaran, saya pun segera browsing untuk mencari info lebih lanjut tentang air kemasan tersebut, dan ternyata, Organic Spring, begitu merk air kemasannya, merupakan sebuah merk yang cukup populer di Australia.  Namun setelah mencari,  perlahan rasa senang saya menguap. Berganti dengan rasa khawatir.

Pertama, saya melacak gambar-gambar yang lain dari air kemasan tersebut, yang saya temukan rata-rata kemasannya tidak disertai dengan memo seperti itu.  Dan kedua, saya mengunjungi sebuah situs yang membahas tentang tersisipkannya hadist Nabi  di kemasan, saya menemukan hal yang berbeda. Ternyata, dari info salah satu pengunjung, air kemasan tersebut dipergunakan dalam acara Islamic Awareness Week yang digelar oleh  Asosiasi Muslim Sidney di  Macquarie University. Dalam acara tersebut, untuk menunjukkan kecintaan dan dalam upaya meneladani Nabi, memo kecil itu pun disematkan. Jadi, hadits tersebut tidak benar-benar ada dalam labelnya, melainkan diikat di mulut botol dengan (tali berbahan plastik?) yang berwarna hijau muda. Ini murni merupakan kreativitas dari penitia penyelenggara acara, bukan dari pabrik yang memproduksi air kemasan tersebut.

Saya merasa khawatir, dan karenanya saya menuliskan ini agar umat Islam terutama yang berada di Indonesia agar tidak seketika menyimpulkan: ada perusahaan air kemasan di Australia yang menggunakan hadist Nabi. Biasanya, mereka akan menyebarkannya dengan massif dan riuh rendah untuk menunjukkan– keagungan sabda Nabi, sampai-sampai komunitas non-muslim pun menggunakannya. Hal serupa ini pernah terjadi ketika Paus Benedictus XVI berkunjung ke Masjid Kubah Biru di Turki. Dalam kunjungannya itu, Paus memang sempat berdoa di dalam masjid bersama Imam masjid dengan tangan bersedekap yang bertujuan untuk memanjatkan  doa agar terjalin hubungan baik di antara dua umat berbeda, yaitu Islam dan Kristen. Nah, foto Paus yang terlihat seperti shalat dengan tangan bersedekap itu kemudian heboh luar biasa dengan keterangan “Paus mengundurkan diri dari Vatikan dan masuk Islam.” Saya sangat berharap agar peristiwa ini tidak terulang.

————-

Redaktur menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL