Oleh: Kyrie Eleison, Blogger

foto:republika

foto:republika

Lebih dari 200 artikel sudah saya tulis di blog saya, untuk menunjukkan ketidak- berpihakan saya atas gaung khilafah ala Hizbut Tahrir yang saat ini begitu gencar disebarkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sering saya katakan sejak beberapa tahun lalu bahwa bila ada bendera hitam bertuliskan syahadat Islam, itu adalah bendera kepalsuan dan kezaliman.

Mari kita lihat sejarah Hizbut Tahrir. Sikap mereka yang tidak konsekuen, sudah terlihat  sejak awal gerakan tersebut muncul. Dulu, mereka menawarkan kekhalifahan tersebut kepada muslim Syiah, yang sayangnya diabaikan oleh Imam Khomeini, dan kini bisa disaksikan sendiri mereka adalah salah satu organisasi yang begitu fasih lidahnya melontarkan kutukan dan fitnah kepada Syiah.

 Setelah penolakan itu, mereka mendatangi Ghaddafi yang juga menolaknya, lalu mereka melaknat Ghaddafi. Ketika Ghadddfi digulingkan, HT pun mengucapkan selamat atas keberhasilan itu. (baca di sini)

Anggap saja ketidak-konsistenan mereka adalah sebuah kekhilafan semata, yang bisa diperbaiki sewaktu-waktu.  Tetapi mengonversi ajaran Rasulullah menjadi politik, bagi saya hal itu adalah kesesatan yang nyata, dan tidak bisa ditoleransi.

Memfasilitasi Kondisi Psikologi Masyarakat

Dari pengamatan saya , fakta yang saya lihat  para member HT adalah orang orang awam yang tidak memiliki keilmuan yang kokoh, mereka adalah anak-anak muda mulai usia SMP hingga perguruan tinggi, mereka dicekoki dengan doktrin seperti yang diungkapkan oleh Dr. Ainur Rofiq al-Amin:

“Bagi HT memperjuangkan penegakan khilafah adalah wajib. Bahkan sesiapa yang tidak berupaya,  berleha-leha atau santai-santai  tidak memperjuangkan khilafah, maka orang tersebut berdosa. Tidak hanya berdosa, menurut kitab-kitab HT, mereka telah melakukan akbarul ma’ashi (kemaksiatan yang besar) yang akan disiksa oleh Allah dengan siksa yang teramat pedih. Tidak terbayangkan nalar HT ini bagi mereka yang menolak khilafah, apa sebutannya.”

Mereka menganggap HT itu kebenaran final, padahal sesungguhnya hanya tafsiran Taqiyudin Nahbani yang penuh manipulasi nalar zahiriyah saja.

Anggota HT kebanyakan adalah wanita, tentu ini adalah dari sisi psikologi, HT memanfaatkan kelemahan kejiwaan dan alam pikir wanita, terutama ibu-ibu rumah tangga yang mudah dibujuk hingga akhirnya mau mengikuti doktrin itu. Anggota HT juga banyak yang berasal dari orang yang merasa dikecewakan oleh pemerintah, di sini lah HT masuk berhasil mencuci pikiran mereka dengan doktrin khilafah.

Sejauh yang saya lihat di Indonesia, HT sangat benci apapun yang berkenaan dengan keruhanian, mereka menganggap  ajaran tasawuf itu sesat, bid’ah, dan bukan merupakan ajaran Islam. Namun di sisi lain mereka juga membuat istilah Hizbut Tahrir Sufi. Ini hanya propaganda belaka dalam usaha mereka menjegal NU. Bagi HT, ‘musuh’ terbesar di Indonesia adalah NU yang kerangka pikirnya adalah sufistik. Cara kerjanya,  mereka melakukan pencurian jamaah dari sisi keawaman, banyak pemberitaan tentang warga NU yang ‘dijebak’  sehingga mereka mengikuti halaqah HT dengan cara yang tidak terpikirkan oleh warga NU awam.

Serba Serbi Taqiyudin Nahbani

Taqiyudin Nahbani, dia mengatakan bila amal shalih bukan jalan keluar bagi problematika umat Islam. Dia juga menyatakan bahwa Rasulullah tidak berhak untuk berijtihad atas suatu ayat, tetapi dia dengan doktrinnya itu malah malah melakukan serangkaian penafsiran al-Qur’an dan elemen Islam yang lain seperti hadits demi kepentingan politik — yang katanya bertujuan untuk membebaskan umat Islam. Sesungguhnya Nahbani bukanlah mrembebaskan umat Islam, namun membebaskan (mengosongkan nilai-nilai) Islam dari hati setiap kaum muslimin seperti akhlaq yang baik, yang dalam al-Quran disebut iman dan amal shalih sebagaimana yang diteladani oleh Rasulullah saw.

Saya juga selalu bertanya, dimana kuburan Taqiyudin Nahbani, tidak ada yang bisa memberi jawaban yang jelas sampai hari ini. Sosok fenomenal tetapi kuburannya tidak diketahui, membuat saya bertanya; “Mungkinkah teori khilafah ala HT itu sepenuhnya konspirasi politik?”

Ketika Nahbani dengan teorinya itu ditolak oleh  tokoh besar dunia Islam, dia melarikan diri ke Inggris, sama seperti Zionis Israel dan Wahabi Saudi yang juga mencari dukungan dari Inggris. Dan perkembangan terakhir, mereka juga sudah menampakkan wajah aslinya dengan mendukung Islam radikal di konflik Timur Tengah. Siapa sesungguhnya mereka? Hari ini, sudah tidak susah untuk ditebak lagi. Bagi saya, khilafah adalah novus ordo seclorum (tata dunia baru) yang terlihat ‘Islami’. Baik khilafah dan tata dunia baru, keduanya  mempunyai ambisi yang sama yaitu memagang penuh atas kendali dunia ini dalam satu kontrol super tiran.(LiputanIslam.com)

———–
Redaktur menerima sumbangan tulisan untuk rubrik opini. Kirim ke redaksi@liputanislam.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL