sunni-shiaOleh: Fajruddin Muchtar
Video Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang sedang berbincang-bincang bersama dengan beberapa Jemaah sontak menjadi sangat viral. Beberapa topik pembicaraan Aher menjadi menarik buat saya, selain karena Aher menggunakan data yang tak bisa dipertanggunjawabkan saat mengatakan Iran merekrut 3000 mahasiswa Indonesia tiap tahunnya, Aher juga memanas-manasi agar Saudi juga melakukan hal yang –minimal- sama dengan yang dilakukan Iran. Entah apa yang dicari Aher, pasalnya dia juga mengungkit-ungkit sedang membangun 30 pesantren di Jabar. Cari danakah? Entah.

Terkait 3000 mahasiswa Indonesia di Iran, tentu saja data itu adalah data ngibul bin ngawur. Data seperti itu biasanya adalah khayalan orang paranoid Syi’ah yang dibuat untuk menakut-nakuti orang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap Iran yang Syi’ah. Silahkan saja dihitiung, jika saja tiap tahun Iran memberi 3000 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia, maka dalam kurun waktu 5 tahun saja sudah ada 15.000 pelajar Indonesia di Iran. Padahal data KPU 2014, menunjukan pelajar Indonesia tidak lebih dari 300 orang saja. Lalu di mana sisanya itu?

Mungkin Gubernur Aher sedang lelah sehingga salah membaca 300 orang dengan 3000.

Yang paling menarik buat saya adalah sudut pandang Aher terkait Syi’ah dan Sunni. Walau sangat singkat, terlihat betul sudut pandang Sang Gubernur itu memandang perbedaan Syi’ah dan Sunni. Saya menangkap bahwa sudut pandang Aher terhadap pola hubungan Syiah dan Sunni adalah hubungan saling melemahkan. Kata Aher, “Jika Sunni kuat maka otomatis Syi’ah akan lemah”. Sekarang Syi’ah kuat karena sunninya lemah. Bahkan Aher mengatakan bahwa kekuatan Syiah yang menyebabkan kelemahan Sunni adalah Sunnatullah. Sambil berkata begitu Aher meminta penegasan dari Syekh yang duduk di sebelahnya dan Syekh itu menguatkannya.

Bagi saya pandangan itu sangatlah picik. Sebab Aher melihat keberadaan sunni dan syiah dilihat sebagai bentuk persaingan saling melumat, saling melemahkan. Syekh yang duduk di kumpulan itu kemudian memberikan contoh tentang perang Badar, perang antara kaum muslimin dan orang kafir. Siapa muslim dan siapa yang kafir dalam pandangan orang di majlis itu sudah jelas. Sunni adalah yang jadi muslim dan selainnya adalah kafir. Jadi berbagai ayat tentang menjaga persatuan di antara kaum muslimin tidaklah berlaku buat Aher dan yang semisalnya, karena orang Syiah adalah kafir. Musuh yang harus dilumat, dihancurkan dan dilemahkan. Di sini Aher menyimpan benih takfiri. Pantas saja kalau Jabar masuk sebagai propinsi dengan tingkat intoleransi paling tinggi.

Ghufron Mabruri peneliti Imparsial mengatakan”Kita melakukan penelitian mengenai intoleransi dan kami pilih provinsi Jawa Barat. Karena Jawa Barat paling buruk dalam intoleransi agama dan hak keyakinan beragama,”. Kiranya Aher yang berasal dari partai You know who punya andil dalam tingkat intolerasi ini.

Padahal, pada saat seperti ini, yang dibutuhkan bukan saling melemahkan. Yang diperlukan umat saling menguatkan, saling mengokohkan. Bagi saya, tidak ada sunnatullahnya yang saling melemahkan bisa kuat. Sunnatullah itu yang bersatu dan saling menguatkan akan sangat kuat. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Syi’ah dan Sunni adalah realitas sejarah Islam. Keduanya lahir dari rahim umat Islam. Keduanya adalah sayap yang akan menerbangkan kaum muslimin. Jika satu sayap lemah, maka burung itu tidak akan bisa terbang dengan baik. Dia akan terseok-seok dan kemudian terjatuh. Sudah terlalu lama kita berseteru di lingkaran ini saja. Saatnya sekarang saling mengokohkan dan menguatkan. Bisakah?

Bagi orang yang punya pandangan seperti Aher jelas tidak bisa, namun beberapa fakta di lapangan bisa menjadi acuan bahwa upaya saling menguatkan itu bisa terjadi. Saya sebut saja di Palestina, bumi yang dilupakan orang-orang yang sekarang mengaku mujahidin dan berperang mengeroyok Syiria. Aher tentu tahu Hamas adalah kelompok sunni yang menentang pendudukan Israel. Aher juga pasti tahu para pemimpin Hamas, dari Syekh Ahmad Yasin hingga Ismail Haniya, sangat dekat dengan Iran. Bantuan Iran kepada perjuangan Palestina diakui oleh para pemimpin Hamas dan rakyat Palestina. Almarhum Syekh Ahmad Yasin bertemu dengan Ayatullah Khamenei, Sunni dan Syiah bersatu. Pemimpin spiritual Hamas almarhum, Syekh Ahmad Yasin menegaskan bahwa negara yang secara resmi mendukung Hamas adalah Republik Islam Iran.

Sejak berdirinya, Iran mengadakan Hari Solidaritas untuk Al Quds. Hari Jumat terakhir bulan Ramadhan ini dijadikan. Syeikh Yasin menyampaikan rasa terimakasih kepada bangsa Iran terkhusus kepada Imam Khomeini yang telah menggagas hari Jum’at terakhir Ramadhan sebagai hari solidaritas kaum muslimin sedunia atas perjuangan kemerdekaan Palestina dari penjajahan rezim Zionis Israel. Tak berlebihan jika kemudian rakyat Gaza berterima kasih kepada Iran. Menurut Abu Ubaidah Juru bicara Brigade Izzuddin Qassam dalam pernyataannya di acara ulang tahun ke-27 berdirinya Hamas menyinggung segala bentuk bantuan Iran terutama bantuan militer dan finansial kepada pasukan Muqawama dalam perang melawan rezim Zionis. Ia mengatakan, Iran memiliki peran besar dalam kemenangan pasukan Muqawama di Perang 51 Hari di Gaza. Demikian seperti yang dikutip dari Republika (lihat juga detik.com).

Masih menurut Abu Ubaidah “Iran membantu pasukan Muqawama dengan rudal-rudal anti-tank dan kendaraan lapis baja, dan pasukan ini dengan tawakal kepada Allah Swt dan kekuatan iman, mampu menghancurkan benteng penjajahan Zionis”. Di Palestina Allah menunjukan bahwa persatuan Syi’ah dan Sunni mampu memberikan sumbangsih yang sangat berarti. Kala setiap kelompok muslimin, Syiah dan Sunni, bahu membahu, saling mengokohkan dan saling meneguhkan maka kaum muslimin akan berdaya. Saya kutip pernyataan Syekh Al Azhar Dr. Ahmad At-Thoyyib “Selama 14 abad dari usia Islam, syiah dan ahlusunah telah menjadi dua sayap Islam dan tidak pernah terjadi peperangan di antara mereka, namun konflik yang terjadi karena semata-mata adanya usaha untuk memperlemah kaum muslim melalui senjata perang mazhab.”

Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, itu Sunnatullah.

Disalin dari akun kompasiana fxmuchtar

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL