ahmadinejad berhajiOleh: Javad Mu’nis Attas, Mahasiswa  UIN SGD Bandung

Sebuah berita kalau tidak dibaca dengan tenang, pasti akan menimbulkan antusiasme ataupun sikap anti yang sangat berlebihan. Dan, dari sekian banyak pemantik emosi dalam sebuah berita, pemantik yang paling kuat dan besar perannya adalah judul.

Sebagaimana yang sering saya lihat di fanpage surat kabar yang banyak bertebaran di Facebook, seringkali orang-orang yang malas membaca isi berita langsung saja berkomentar berdasarkan informasi yang ia tangkap dari judul berita. Apalagi judul-judul itu biasanya cenderung provokatif. Judul dan isi bisa berseberangan sangat jauh.

Namun, hal yang demikian tidaklah seberapa parah. Karena, setelah membaca, orang-orang yang ‘tertipu’ ini akan ber-“Oooh, ternyata itu maksudnya.” Ataupun, jika orang tersebut malas membaca berita namun berkomentar berdasarkan judul beritanya saja, pengguna Facebook yang lain akan mengingatkan dia, bahkan sampai menghujat. Setelah itu ya kembali ke pribadi orang tersebut. Mau membaca berita dan mengetahui isinya, atau tetap berkepala batu dengan statement ngawur yang telah ia lontarkan. Setelah itu masalah selesai. Kasus ditutup.

Tapi, bagaimana jika judul berita dibuat sedemikian rupa hingga menyerempet kepada isi berita sampai terlihat senada, padahal pada kenyataannya sangat jauh berseberangan? Inilah bahaya yang sangat fatal.

Saya menemukan berita ini dari Tempo. Berita lama, tapi sangat bagus untuk dijadikan contoh kasus. Baca dan simak baik-baik:

Ahmadinejad Samakan Chavez dengan Imam Mahdi

TEMPO.CO, TEHERAN – Kepergian Presiden Venezuela Hugo Chavez akibat kanker menyisakan kepedihan mendalam bagi banyak pihak di seluruh dunia. Namun, pernyataan salah satu sekutu terdekat Chavez, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, menegaskan sahabatnya itu akan kembali ke dunia bersama Yesus dan Imam Mahdi.

“Saya yakin ia akan kembali bersama mereka,” kata Ahmadinejad dalam situs pribadinya, seperti dilansir Radio Free Europe Radio Liberty, Kamis, 7 Maret 2013. Imam Mahdi diyakini oleh warga kelompok muslim Syiah sebagai penyelamat manusia pada akhir zaman.

Ahmadinejad juga memuji Chavez sebagai pemimpin yang melayani rakyat Venezuela dan selalu membela nilai-nilai kemanusiaan serta revolusi. “Ia adalah martir yang meninggal karena penyakit mencurigakan,” ia menambahkan.

Sebagai sekutu dekat, Iran mengumumkan hari berkabung nasional selama satu hari untuk menghormati Chavez. Hubungan kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi, sangat baik. Teheran dan Caracas telah meneken perdagangan dan perjanjian investasi mencapai miliaran dolar dalam beberapa tahun terakhir. 

Chavez telah mengunjungi Iran sebanyak 13 kali sejak menjabat sebagai presiden. Sedangkan Ahmadinejad melakukan enam kunjungan kenegaraan ke Venezuela sejak 2005. 

KAMIS, 07 MARET 2013 | 15:58 WIB

Oke, sudah dibaca dengan baik? Sekarang kita ulas. Melihat judul, disebutkan bahwa Ahmadinejad menyamakan alm. Hugo Chavez dengan Imam Mahdi.

Dalam beritanya tertulis: Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, menegaskan sahabatnya itu akan kembali ke dunia bersama Yesus dan Imam Mahdi.

“Saya yakin ia akan kembali bersama mereka,” kata Ahmadinejad dalam situs pribadinya, seperti dilansir Radio Free Europe Radio Liberty, Kamis, 7 Maret 2013.

Mereka yang tidak memperhatikan dengan jeli, apalagi yang sejak semula sudah memiliki sentimen terhadap Iran dan Syiah, tentu akan menelan bulat-bulat dan mengamini berita ini secara sembrono. Kalimat “Samakan Chavez dengan Imam Mahdi,” bila dikaitkan dengan “Sahabatnya itu akan kembali ke dunia bersama Yesus dan Imam Mahdi,” tentu akan membuat anggapan bahwa judul berita tersebut benar adanya.

Tapi coba kita berpikir sedikit lebih luas. Tidak usah bawa teologi, hadis, atau ayat suci dulu. Cukup sedikit logika.

Pertama, adakah kalimat “Chavez adalah Imam Mahdi,” atau “Chavez serupa dengan Imam Mahdi?”  Tidak ada. Berarti si penulis menggunakan jebakan dari kata-kata lain.

Si penulis mencoba membuat kesan seolah-olah karena “kembali di saat yang bersamaan,” dapat menjadi dasar bahwa Ahmadinejad menyamakan Chavez dengan Imam Mahdi. Namun apakah dua sosok yang melakukan sesuatu di saat bersamaan itu sama? Apakah kalau saya dan Anda sama-sama turun dari bus kota, maka kita adalah sosok yang sama? Inilah yang membuat berita itu, menurut saya sangat menjebak dan menyesatkan. 

Terlepas dari apa kepentingan Tempo terhadap jatuhnya image Ahmadinejad, yang jelas dalam berita itu, ternyata ada tokoh lain: Yesus. Bisa saja judul dibuat “Samakan Chavez dengan Yesus.”

Kenapa tidak dibuat demikian? Lagipula berdasarkan keyakinan yang dianut Chavez, lebih tepat–walau sama-sama tidak tepat–untuk mengaitkan sosoknya dengan sosok yang ada dalam ajaran yang dia imani, yaitu kembalinya Yesus di akhir zaman.

Itu karena, bukan kepentingan si pembuat berita atau Tempo untuk menjatuhkan Chavez maupun ajaran Kristiani. Kepentingannya, saat itu, adalah seputar Iran, Ahmadinejad, dan Syiah. Entah kepentingan yang bagaimana.

Kembali lagi ke topik awal kita. Ulasan tadi hanyalah sebuah gambaran mengenai propaganda semacam itu. Tentu kalau kita teliti, kita akan menemukan banyak sekali yang lainnya. Maka berhati-hati dan jeli saat membaca atau mendengarkan berita merupakan satu-satunya jalan untuk menghindarkan kita dari hal-hal yang memang diinginkan oleh pihak pembuat berita.

Sedikit tambahan, inilah yang saya yakini sebagai propaganda. Inilah yang saya yakini sebagai konspirasi. Cara-cara inilah yang benar-benar ampuh karena hanya memanfaatkan sedikit saja manipulasi kata ditambah kelengahan pembaca. Semoga kita semakin hati-hati dan mawas diri.

 

————
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL