Wahabi-SUnni-Syiah kongkowOleh : Sumanto Al Qurtuby

Banyak yang beranggapan bahwa Arab Saudi= Wahabi. Itu keliru. Sebanyak 15% dari penduduk Arab Saudi adalah Syiah (dari berbagai mazhab teologi) dan lebih dari sepertiga populasinya adalah kaum migran. “Wahabi” (saya pakai tanda kutip karena pengikut Wahabi biasanya tidak mau disebut Wahabi dan mereka lebih suka disebut Salafi), sejatinya adalah “minoritas agama penguasa” di sini karena menjalin patron dengan rezim politik. Mayoritasnya tentu saja Sunni dari berbagai aliran yang tersebar di berbagai area. Pengikut “Wahabi” kebanyakan terpusat di kawasan Najd (saudi bagian tengah), khususnya Al-Qassim, Ha’il (juga Riyahdh), tempat lahirnya pendiri Wahabi dan leluhur Dinasti Saud. Perlu juga dicatat bahwa tidak semua keturunan Raja Saud itu otomatis pengikut Wahabi.

Banyak pula yang berpandangan bahwa “Wahabi= ekstremis”. Ini juga keliru besar. Pengikut “Wahabi” itu ada bermacam-macam. Ada “Wahabi ekstrem” (yang suka ngamuk-ngamuk), ada “Wahabi aksesoris” (yang pakaian dan jenggotnya saja yang mirip-mirip Wahabi), ada “Wahabi pragmatis-oportunis” (ini kelompok yang pura-pura jadi Wahabi supaya dapat akses politik dan ekonomi. Ada juga “Wahabi moderat” (konservatif di dalam, toleran di luar), ada pula “Wahabi liberal” (nah ini Wahabinya kalau di ruang publik atau di Arab Saudi saja. Kalau diruang privat apalagi diluar Saudi, lain lagi ceritanya). Kelompok “Wahabi moderat-progresif” ini bisa saja tidak setuju dengan kelompok agama lain dalam banyak hal tentang isu-isu sosial-keagamaan tertentu tapi bukan berarti lantas marah-marah dan ngamuk-ngamuk nggeruduk seenaknya.

Banyak pula yang berpandangan kalau kaum Sunni dan Syiah di Saudi itu saling bermusuhan. Itu juga tidak benar. Bagaimana bisa bermusuhan wong mereka bisa ngopi-ngeteh-ngrokok dan kongkow-kongkow bareng seperti foto di bawah ini. Mereka juga biasa bareng di pasar-pasar tradisional baik sebagai penjual maupun pembeli. Di berbagai daerah di Ahsa bahkan sudah biasa kawin-mawin selama beratus-ratus tahun. Memang ada “orang yang normal” yang suka melihat kekerasan dan kekacauan? “Semua orang waras” ya lebih memilih rukun kan daripada bermusuhan. Pelaku kekerasan terhadap Syiah di Arab Saudi itu bukan dilakukan oleh “massa” (layaknya di Indonesia) tapi oleh kelompok snipers dan teroris yang di Saudi sendiri juga dimusuhi.

Karena itu sejumlah kelompok Islam di Indonesia jangan suka berbuat kekerasan terhadap kelompok agama lain. Anda tahu kan kalau dalam Islam, babi itu haram. Nah, babi yang tidak buta saja haram, apalagi membabi buta, kan lebih haram lagi. (LiputanIslam.com )

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL