Mideast Lebanon Hariri TribunalDulu Hizbullah dipuji-puji di dunia Arab, dan di seluruh dunia setelah berhasil mengalahkan Zionis Israel dalam perang Lebanon 2006. Namun kini, Hizbullah dimasukkan sebagai salah satu kelompok teroris oleh negara-negara monarkhi Teluk Persia, yang merupakan pendukung utama kelompok teroris seperti Al Qaeda dan ISIS. Siapakah ‘the real terrorist’ dalam konteks ini? Perhatikan berbagai fakta berikut:

Pertama, House of Saud dan mitra-mitranya telah terlibat dalam kejahatan perang di Timur Tengah, seperti Suriah dan Yaman.

Baca: Terorisasi Hizbullah Lebanon Dalam Deklarasi Tunis

Kedua, dengan dukungan dari Amerika Serikat dan Turki, rezim monarkhi Arab ini telah membantu lahir dan berkembangnya teroris seperti ISIS dan Al Qaeda.

Ketiga, rezim monarkhi Arab mengambil serangkaian tindakan untuk Hizbullah sejak Riyadh menghentikan bantuan sebesar $4 miliar yang dijanjikan untuk pasukan keamanan Lebanon. Pasalnya, pemerintah di Lebanon tidak bersedia mengikuti Riyadh dalam berbagai sikap anti-Iran, dalam pertemuan yang diselenggarakan baik di Kairo maupun Jeddah.

Keempat, Sekretaris Jenderal Sayyid Hassan Nasrallah mengecam Riyadh. Ia menuduh bahwa House of Saud telah menyebarkan kebohongan tentang Hizbullah. Tuduhan bahwa Hizbullah menabur perselisihan sekterian antara Syiah dan Sunni juga tidak benar. Tak luput, sekali lagi Nasrallah mengecam agresi militer terhadap Yaman yang telah menewaskan ribuan jiwa.

Kelima, bukan Hizbullah, tetapi Arab Saudi yang berusaha menyulut konflik sekterian di Lebanon, seperti yang juga dilakukan Saudi terhadap Yaman, Suriah,dan di kawasan Timur Tengah. Sekterianisme tak ubahnya ‘roti dan mentega’, yang disebarkan secara masif oleh kerajaan Wahabi ini. Ujaran kebencian, hasutan, bahkan jihad untuk memerangi Hizbullah juga disuarakan oleh para ulama Wahabi.

Keenam, Saudi telah mengubah konflik di kawasan yang murni kepentingan politik menjadi konflik agama/ sekterian dan hal inilah yang menyebabkan pertumpahan darah semakin berlarut-larut. Meski miliaran dolar dana telah dikucurkan, namun Saudi tidak juga berhasil membawa pulang kemenangan. Menghadai kaum sarungan Yaman dengan senjata-senjatanya yang tua pun Saudi tidak unggul. Tak heran jika akhirnya mereka sengaja menargetkan Hizbullah untuk menyelamatkan muka.

Ya, AS, zionisme internasional, dan rekan-rekan Wahabi-nya dari Arab, telah bersatu untuk memecah belah kaum Muslimin. Saudi menyebarkan kebencian sekterian tanpa henti, sambil terus berusaha merongrong kedaulatan Suriah dan Irak.

Mungkin, akan ada efek politik dan sosial militer yang akan terjadi dengan dimasukkannya Hizbullah sebagai teroris. Ingatlah, rakyat Lebanon baik Sunni, Syiah, dan Kristen, adalah pendukung Hizbullah. Negara mereka tidak berhasil ‘dipalestinakan’ oleh Israel berkat perjuangan Hizbullah. Jika bukan Hizbullah yang mengusir Israel, mungkin saja rakyat Lebanon pun terpaksa angkat kaki dari negaranya dan harus mengungsi ke negara lain.

Dan melihat latar belakang monarkhi Arab ini dalam membiayai terorisme di seluruh kawasan, sungguh tidak layak mereka memberitahukan kepada dunia, mana yang bisa disebut sebagai kelompok teroris, dan mana yang bukan teroris. (ba/LiputanIslam.com)

Artikel ini diterjemahkan dan disunting dari Farsnews.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL