Foto: facebook

Foto: facebook

Oleh: Ahmed Zain-Oul Mottaqin

Sebuah fakta tak terbantahkan bahwa Presiden Suriah Bashar Al-Assad hingga hari ini tak terkalahkan, bahkan ia terpilih kembali secara mutlak sebagai Presiden lewat pemilu yang sah dengan perolehan 87% suara rakyatnya. Sebuah kenyataan pahit yang membungkam berbagai media mainstream internasional seperti BBC, CNN, Foxnews, Al Jazeera, Al Arabiya dan berbagai situs-situs Takfiri yang selama ini getol mendukung pemberontakan dan memojokkan Assad dengan berbagai propaganda.

Selain kuat dan memiliki kepercayaan dari rakyat, ia juga didukung para sekutu utamanya yaitu Iran, Hizbullah, Rusia dan China. Tentunya tak mengejutkan, bahwa Gerakan Muqawwama (perlawanan) Palestina sampai hari ini pun mampu bertahan dalam perang melawan Israel karena memiliki sekutu yang sama pula yaitu Iran, Hizbullah, Rusia dan China.

Saya berikan sebuah tantangan bagi orang-orang yang membenci aliansi Suriah-Iran-Hizbullah-Rusia-Cina dengan sebuah pertanyaan. Bisakah kalian jelaskan darimana Hamas mendapatkan roket-roket dan segala persenjataan kalau bukan dari aliansi anti-Zionis tersebut? (Baca: Voa- Islam Akui Roket Hamas Adalah Buatan Suriah)

Saya paparkan disini Roket-roket milik Hamas:

1. Roket-roket kecil dan menengah seperti Roket Qassam dan M-75 adalah buatan lokal Hamas.

2. Roket-roket besar Khaibar M-302 adalah buatan Suriah.

3. Roket-roket besar dan menengah seperti Fajr-3, Fajr-5, berbagai varian Sejjil, dan berbagai varian Grad adalah buatan Iran.

4. Tiga varian drone Ababil milik Hamas yang telah terbang dan memata-matai hingga ke atas Gedung Kemenhan Israel di Tel Aviv adalah buatan Iran.

5. Roket-roket Grad kelas menengah Katyusha adalah buatan Rusia.

6. Roket-roket besar WS-1E adalah Roket buatan Iran yang didasarkan pada cetak biru persenjataan China. (Baca: Roket Sijjil Buatan Iran, Voa-Islam Berusaha Menutupinya)

Sebuah pertanyaan kepada orang-orang yang mengaku pro-Palestina tapi malah mendukung pemberontakan berkedok jihad di Suriah, kenapa kalian sangat membenci aliansi Suriah-Iran-Hizbullah-Rusia-China? Padahal mereka-lah adalah tulang punggung bagi gerakan perlawanan Palestina.

Lalu kita bertanya, dimanakah Saudi, Qatar, Kuwait, Turki, Bahrain dan negara-negara Arab lainnya. Pernahkah mereka memberikan sebiji saja roket atau sebutir saja peluru untuk mempersenjatai Palestina? Dimana peran mereka? Apa masih sibuk memelihara kemunafiqan dan menjilat kaki USA? (Baca: Jubir Komite Perlawanan Kecam Negara Arab yang Tak Pernah Sumbang Walau Sebutir Peluru untuk Perjuangan Palestina)

Padahal di sisi lain mereka begitu bersemangat menggelontorkan ratusan juta dollar untuk membiayai dan mempersenjatai para pemberontak binaan mereka di Suriah. Dan gayung bersambut, para ‘ulama’ peliharaan mereka pun mengeluarkan fatwa agar umat Islam sedunia “berjihad” ke Suriah dengan berbagai dalil dan propaganda sektarian.

Umat Islam sengaja dibuat lupa dan menjauh dari medan jihad yang sesungguhnya di Palestina dan dari musuh yang sebenarnya yaitu Zionis Israel. Mereka justru berbondong-bondong datang dan mengangkat senjatanya di Suriah, namun faktanya, mereka telah:

1. Berjihad melawan negeri kaum muslimin yang selama ini selalu mendukung Palestina secara logistik dan militer.

2. Berjihad melawan satu-satunya negara Arab yang hingga sekarang tidak kunjung menandatangani perjanjian damai dengan Israel. 

3. Berjihad melawan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak membuka kedubes di Israel. 

4. Berjihad melawan satu-satunya negara Arab yang tidak memiliki Bank Central milik Zionis Rothschild di negaranya. (Saat ini hanya tersisa 2 negara di Timur Tengah yg tidak memiliki Bank Central Rothschild, yaitu Suriah dan Iran. Dan 7 negara non-Timur Tengah, diantaranya Rusia dan China)

5. Berjihad melawan negara yang sejak ribuan tahun hidup dalam kedamaian dan toleransi beragama antara warga Sunni, Syiah, Alawi, Kristen dan Druze.

6. Berjihad melawan negara yang merupakan rumah kedua bagi warga Palestina, karena jutaan pengungsi Palestina yang diterima dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Suriah, dan para pengungsi tersebut pun diperlakukan layaknya warga sendiri.

7. Berjihad melawan negara yang 3 tahun terakhir diterpa fitnah isu sektarian bahwa Pemerintahan Assad adalah Rezim Syiah yang hendak menghabisi seluruh rakyatnya yang Sunni. Sebuah propaganda tak masuk akal karena kenyataannya hampir 80% rakyat Suriah adalah Sunni, Ibu Negara/istri presiden Bashar juga Sunni. Grand Mufti  Suriah, Syeikh Dr. Badruddin Hassun, dan berbagai jabatan penting di Pemerintahan seperti Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, adalah penganut Sunni Syafi’i. Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan juga dipegang orang-orang Sunni. Bahkan Tentara Arab Suriah yang selalu difitnah sebagai Tentara Syiah pun mayoritas anggotanya adalah Sunni. (Baca: Mufti Hingga Perdana Menteri Suriah, Adalah Muslim Sunni) 

Ya, mobilisasi termudah adalah memobilisasi orang-orang bodoh, orang-orang yang hanya berbekal emosi dan fanatisme ashobiyyah, orang-orang bodoh agama namun memiliki semangat jihad yang tinggi. Orang-orang yang menerima informasi dari kelompoknya secara buta tanpa tabayun dan dengan mudah termakan fitnah dan adu domba sektarian tanpa jiwa kritis. Dan orang-orang seperti inilah yang sedang dimanfaatkan oleh Zionis untuk menghancurkan negara-negara musuh mereka dengan kedok jihad dan iming-iming bidadari surga. (Baca: Imam Masjid Al-Aqsa Kecam Jihad Palsu di Suriah)

Imam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Salah al-Din bin Ibrahim Abu Arafa mengecam atas apa yang telah dilakukan oleh berbagai faksi teroris di Suriah. Ia menyalahkan para ulama yang telah menyerukan peperangan di Suriah, menyeru kepada umat untuk melakukan jihad suci, padahal yang diperangi adalah sesama Muslim. Video pernyataannya bisa disaksikan di http://www.youtube.com/watch?v=KtgGDq7tbwk

Sebagian besar dari kita memang sudah terlalu banyak tercuci otak oleh propaganda situs-situs Takfiri radikal yang kini ratingnya merajai internet. Kemanapun Anda berselancar, Anda akan menemui situs-situs pro “mujahidin” Suriah berada di list teratas. Sehingga mayoritas Muslimin pastinya akan ditutupi dari fakta-fakta semacam ini.

Sebagai penutup mari kita semua berdoa untuk kejayaan Suriah, semoga Allah tunjukkan yang benar itu benar dan yang bathil itu bathil apapun jubahnya. Semoga kita semua mau berpikir sejenak dan yakinlah, sebagaimana Suriah mampu bertahan, Palestina pun akan bertahan dan menang. Insya Allah.

——————

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL