London,LiputanIslam.com-Redaktur Rai al-Youm menyatakan, bisa jadi kabar tewasnya Abu Bakar al-Baghdadi adalah kebohongan lain Donald Trump dan ulangan sandiwaranya, sehingga dia bisa memperkuat posisinya di kompetisi pilpres. Kalau pun kabar ini benar, tulis Abdel Bari Atwan, kita harus menunggu balas dendam ISIS dan kemunculan kelompok yang lebih radikal dari abu al-Baghdadi.

“Hingga kemarin, saat Trump mengumumkan terbunuhnya al-Baghdadi dalam operasi militer AS di Parisha, Idlib, saya tidak tahu bahwa ternyata presiden AS pintar berakting. Dia mengklaim telah meraih kemenangan besar, seolah dia baru saja mengalahkan Uni Soviet di masa jayanya. Semua gerakannya telah dipertimbangkan dan dilatih sebelumnya, yang bisa terlihat dari raut wajahnya,”tulis Atwan.

“Info yang disampaikan Trump terkait operasi, termasuk tewasnya al-Baghdadi dengan meledakkan rompi bom bersama 2 istri dan 3 putranya di terowongan, bisa saja benar atau tidak. Saya sangat meragukan kebenarannya, dan keraguan ini hanya bisa dihilangkan dengan bukti atau foto.

“Bahkan Rusia, yang kerjasama mereka dalam operasi diapresiasi Trump, menyatakan tidak tahu menahu. Rusia sangat menyangsikan terbunuhnya al-Baghdadi. Para pejabat Suriah sendiri, yang juga dicantumkan Trump dalam daftar ‘partnernya,’ berusaha keras untuk mencari info tentang al-Baghdadi. Sebab itu, mereka mengolok-olok Trump yang menyebut-nyebut nama mereka.

“Harus saya ingatkan, kawasan tempat tewasnya al-Baghdadi tidak dalam kekuasaan tentara Suriah, tapi dikuasai (Jabhat) al-Nusra. Barangkali presiden AS keliru antara pemerintah Suriah dan oposisi, yang hal ini tentu bukan hal mustahil bagi seorang Trump.

“Trump adalah pembohong profesional. Kebanyakan statemen dan tweet-nya juga bohong. Tidak mustahil bahwa ini pun sandiwara yang ia reka sendiri, sama seperti sandiwara sejenis lain tentang tewasnya Hamzah putra Osama bin Laden. Dia tidak memberikan bukti atau foto apa pun untuk itu. Trump berupaya mengalihkan opini umum dari kegagalan rencananya di Suriah dengan (mengklaim) kemenangan manapun, juga demi mendapatkan pendukung untuk kampanye pilpres nanti. Jangan kita lupakan bahwa Trump berseteru dengan Obama dan berupaya meniru apa pun yang dilakukannya. Itu (Obama) membunuh Bin Laden, dan ini (Trump) menewaskan al-Baghdadi,”tulis Atwan.

Menurut Atwan, saat AS membunuh Uday dan Qusay (putra-putra Saddam Hussein), mereka memperlihatkan foto-foto keduanya. AS juga memublikasikan eksekusi Saddam serta memamerkan jenazah Muammar Qadhafi. Namun, tulis Atwan, kenapa tidak ada bukti foto atas tewasnya Osama, Hamzah, dan sekarang al-Baghdadi?

“Berdasarkan statemen resmi AS, sebelum ini al-Baghdadi sudah 4 kali dinyatakan tewas, dan ini mungkin adalah kali kelima. Sebab itu, saya memilih untuk memercayai Rusia yang menyangsikan kebenaran ‘film-film Hollywood’ ini. Rusia telah menyangkal semua versi kematian al-Baghdadi sebelumnya, dan ternyata mereka memang benar,”tandas Atwan. (af/yjc)

Baca Juga:

PBB Belum Bisa Verifikasi Kematian Al-Baghdadi

Netanyahu Klaim akan Menang dalam Perang Versus Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*