obama menyebalkanOleh: Muhammad Ma’ruf

Melihat persiapan Amerika Serikat (AS) menyerang ISIS di Suriah nampaknya tinggal menunggu hari. Ganjalannya adalah, apakah Amerika akan meminta ijin Presiden Suriah Bashar al-Assad? Karena jika tidak, maka AS akan melanggar kedaulatan Suriah. Jawabanya mudah ditebak: tidak. Obama dengan percaya diri menjawab demikian.

Muka Obama akan ditaruh dimana jika dia harus menelpon,… “Hallo, Mr. Assad, please, kami hendak memusnahkan ISIS, bagi informasi  darat dong, agar serangan bisa kami presisi. Sorry ya kemaren kami menciptakan ISIS untuk memusnahkan kalian.” Kelakar ini hanya menunjukkan bahwa politik AS makin mudah ditebak dan publik dunia tidak mudah dibohongi. (Baca juga:  Dr. Abdul Muta’ali: ISIS Bukan Representasi Islam)

Makin kita fokus pada sepak terjang petinggi AS dan Pentagon bekerja untuk Israel Raya, maka akan semakin bertambah bukti-bukti di lapangan. Al-Qaeda yang melahirkan ISIS, Jabhat Al-Nusra yang juga berasal dari  rahim Al-Qaeda, berapapun jumlah skenario dibuat– tetap saja arahnya terdeteksi dengan mudah.  Sangat mudah untuk memahami, apakah ISIS yang mendeklarasikan Khilafah Suriah-Irak berjalan atas skenario Pentagon atau benar-benar di luar sekanario Pentagon.

Jawabanya adalah, ini semua masih dalam skenario Pentagon, meski riak-riak berita di darat, ISIS menghiasi media dunia dengan aksi potong kepala, tetap saja akal sehat  kita mengatakan ini  adalah bagian dari rencana besar Tel Aviv. (Baca juga:  Ajaib, ISIS Terbitkan Kartu Tanda Bukan Kafir)

Mari kita tarik benang infomasi. Kita tentu masih ingat motif AS mengintervensi Irak sejak 2003, hasilnya Sadam jatuh,  propaganda kebencian Sunni-Syiah yang mengahasilkan rangakaian bom, melemahkan pemerintahan Irak, kemudian satu tahun terakhir ISIS masuk Irak bersamaan dengan skenario Suriah. Dalam hitungan hari, beberapa kota Irak jatuh ke tangan ISIS.

Sebegitu hebatkah ISIS? Menurut sumber terpercaya ISIS terlihat hebat karena beberapa perwira militer Irak berhasil disuap. Terlihat tank, pangkalan militer, mortir dan missile yang dipamerkan ISIS.  Sumber lain mengatakan, senjata ISIS lebih hebat dibanding dibanding militer Irak — hasil prakondisi pelemahan militer  Irak oleh AS. (Baca juga:  ISIS Ajari Anak Kecil Cara Menyembelih Manusia)

Setelah publik dibombardir berita kekejaman ISIS di Irak, kemudian AS mengirim bantuan ke warga Yazidi secara dramatik menggunakan helikopter, dan diliput oleh CNN. Disamping itu, dengan drone, AS menyerang ISIS. Pertanyaannya sekarang adalah,  benarkan AS menyerang ISIS?  Jika benar berapa jumlah kendaran ISIS yang hancur akibat serangan? Berapa anggota ISIS yang tewas? Hingga saat ini, belum ada klarifikasi yang nyata.  Sehingga bisa disimpulkan bahwa serangan AS terhadap ISIS di  Irak hanya mind game— atau kampanye teror seperti biasa, yang bertujuan mengecoh berita. Belum jelas hasil serangan AS terhadap ISIS di Irak, kita disuruh mengunyah berita  AS  akan menyerang posisi ISIS di Suriah tanpa kordinasi dengan Assad. (Baca juga: Prediksi Nasrallah Terbukti Benar)

Menurut penulis, beberapa hari kedepan media akan di suguhi gambar satelit, serangan AS ke target ISIS di Suriah, tanpa klarifikasi darat seberapa besar mengenai target. Meski beberapa sumber mengatakan AS telah berkordinasi dengan Damaskus via Rusia dan Irak, akan tetapi intervensi AS di Suriah jilid 2 dengan modus perang melawan ISIS, sesungguhnya adalah pembuka jalan menumbangkan Assad secara langsung. (Baca juga:  ISIS dan Wajah Khawarij)

Pada saat AS sudah mengantongi legitimasi opini menyerang ISIS di Suriah, sangat memungkinkan AS akan menyerang posisi militer Suriah dengan drone untuk membantu operasi ISIS di darat. Dengan kata lain kampanye teror AS melawan ISIS baik di Suriah dan Irak hanya cara lain membantu ISIS menaklukkan dua negara tersebut, cepat atau lambat.

Dr. Kevin Barrett, seorang analis terkemuka yang aktif melawan AS, menuliskan, “ Israel menyebut dirinya Negara Yahudi, sedangkan kelompok teroris Al-Baghdadi menyebut dirinya Negara Islam. Kedua entitas teroris ini mendefinisikan diri mereka sama-sama berideologi kaku sektarian.” (Baca juga:  ISIS Sebarkan Rekaman Video Penyembelihan Wartawan AS)

Keduanya berdiri di tanah yang dicuri. Keduanya brutal menginjak-injak hak-hak orang yang mereka anggap makhluk yang lebih rendah. Kedua entitas ini pada dasarnya satu — jika entitas Israel berhasil dicangkokan oleh tangan-tangan Inggris dan AS ke jantung Timur Tengah, maka ISIS, Al-Qaeda dan Jabhat Al-Nusra, dicangkokkan ke daerah sekitar Israel. Tujuan besarnya agar masa kerajaan Dawud dan Sulaeman kembali berdiri yang membujur dari sungai Nil (Mesir) sampai ke sungai Eufrat (Irak).

—————

Redaksi menerima sumbangan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

 

 

 

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL