yaya00Rio de Janeiro, LiputanIslam.com, –“Kami memiliki skuat yang menakjubkan untuk Piala Dunia”, ucap Yaya Toure dalam sebuah sesi wawancara dengan Mirror, seperti dikutip dari Soccerway. “Kami semua berpikir ini adalah soal waktu bagi kami untuk mengeluarkan potensi kami sepenuhnya. Kenapa kami tak bersaing untuk memperebutkan trofi? Ini adalah sesuatu yang tak saya pahami,” lanjutnya.

Toure lalu menyebutkan beberapa kompatriotnya di timnas Pantai Gading yang malang melintang di berbagai klub top Eropa. Ada kakaknya, Habib Kolo Toure, Salomon Kalou, Gervinho, Wilfried Bony, dan tentu saja Didier Drogba.

Ya, mimpi Yaya Toure bersama negaranya bukan hanya sekedar melewati fase grup, melainkan bisa melangkah lebih jauh. Dengan materi bintang yang sangat lengkap seperti itu, rasanya itu bukan hanya sekedar impian kosong.

Para pengamat sepakbola juga menyatakan bahwa di antara negara-negara Afrika peserta Piala Dunia 2014, Pantai Gading kali ini menjadi favorit. The Elephants (julukan Tim Pantai Gading) diprediksi akan lebih bersinar dibandingkan Nigeria, Kamerun, Aljazair, atau Ghana.

Pantai Gading memeng seperti sedang menapaki tangga kesuksesannya dalam sepuluh tahun terakhir ini. Negara yang tadinya tidak dipandang oleh komunitas sepakbola dunia itu kini menjelma menjadi raksasa yang menakutkan. Apalagi cukup banyak pemainnya yang menjadi bintang di klub-klub top Eropa.

Pantai Gading pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia pada tahun 2006 silam. Setelah itu, mereka kembali lolos pada edisi 2010. Akan tetapi, pada dua partisipasinya, mereka tak berhasil melewati babak penyisihan grup.

Piala Dunia 2014 akan menjadi Piala Dunia ketiga bagi Pantai Gading. Mereka masuk Grup C bersama Kolombia, Yunani, dan Jepang.

Muslim yang Taat

yaya“Saya tidak minum alkohol. Saya Muslim,” kata Yaya Toure sambil menolak sebotol sampanye yang disodorkan kepadanya. Sampanye itu diberikannya kepada rekan setimnya John Lescott. Peristiwa iti terjadi dua tahun yang lalu.

Media-media meliputnya secara luas karena video peristiwanya diunggap di Youtube. Dalam ulasannya, media-media tersebut menyatakan bahwa Yaya Toure ingin membuktikan bahwa dirinya adalah seorang muslim sejati.

Awalnya adalah ketika gelandang asal Pantai Gading tersebut memborong dua gol ke gawang Newcastle, Minggu (6/5/2012) untuk membuka peluang Man City menjuarai Premier League musim ini. Ia pun didapuk sebagai “man of the Match” di partai tersebut. Sebagaimana kebiasaan di Premier League, pemain yang menjadi bintang lapangan harus merayakannya dengan meminum sebotol sampanye yang disediakan panitia.

Dalam video yang beredar di youtube, tampak Yaya diwawancarai bareng rekannya, Jolen Lescott. Di akhir adegan wawancara, Yaya didapuk sebagai Man of the Match dan diberi sebotol sampanye oleh panita.

Dan sang gelandang dengan sopan menolaknya. “Maaf! Saya tidak minum alkohol karena saya Muslim,” ujar Yaya Toure seraya tersenyum, dan menyerahkan botol sampanye itu ke rekannya, Lescott yang ada di sampingnya. “Bawa saja, bawa saja,” katanya seraya berlalu.

Juru bicara Manchester City mengatakan pemberian champagne adalah penghargaan yang didambakan setiap main. Namun katanya, klub bisa memahami jika ada individu yang menolak dengan alasan agama.

Saat masih di Barcelona, Yaya Toure adalah imam bagi dua rekannya, Eric Abidal dan Seydou Keita. Ketiganya selalu menyampatkan diri shalat berjamaah, dan Toure dianggap memiliki pengetahuan keagamaan yang lebih dibanding Abidal dan Keita.

Ketika Yaya Toure memutuskan pindah ke Manchester City, Abidal dan Keyta menjadi orang yang paling kehilangan. Dalam salah satu kesempatan wawancara dengan salah satu radio, Abidal sempat mengatakan, “Kami kehilangan imam.” (by/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL