timnas-indonesia-u19Jakarta, LiputanIslam.com –Hasil yang bertolak belakang dengan target dituai oleh dua tim nasional sepakbola di dua level berbeda. Timnas U-23 berhasil meraih hasil positif, sedangkan Timnas U-19 bisa disebut gagal total.

Timnas U-23 yang dikirim ke perhelatan Asian Games Korea Selatan mampu memenuhi target yang ditetapkan, yaitu lolos dari fase grup. Padahal, harapan terhadap pencapaian oleh tim ini tidak begitu besar.

Langkah Timnas U-23 di Asian Games 2014 lalu terhenti di tangan Korea Utara di babak 16 besar. Namun, bicara target tim besutan Aji Santoso itu sudah mencapai target untuk lolos dari fase grup. Apapun, dengan SEA Games 2015 menjadi target berikutnya kini evaluasi akan segera dilakukan.

Sementara itu, adik-adik mereka, Timnas U-19 yang berlaga di putaran final AFC Cup U-19, meraih hasil yang sangat mengecewakan. Jangankan menembus babak semifinal, sesuai target yang tadinya mereka emban, untuk keluar dari fase grup pun mereka gagal total. Bahkan, di antara enam belas tim yang berlaga, Timnas U-19 meraih hasil terburuk, karena harus mengakhiri tanpa meraih poin satupun setelah menelan tiga kali kekalahan dari lawan-lawannya, yaitu Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Tak bisa meraih satu poin pun, timnas U-19 menempati posisi buncit klasemen akhir grupnya dengan membuat dua gol dan kebobolan delapan gol.

Terkait dengan kedua hasil tersebut, Badan Tim Nasional (BTN) dan PSSI akan melakukan evaluasi. Kinerja tim nasional Indonesia U-23 akan dievaluasi akhir bulan Oktober ini. “Untuk timnas U-23 nanti akhir Oktober rencananya kami akan evaluasi,” ujar Ketua BTN La Nyalla Mattalitti.

Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI itu juga mengisyaratkan bahwa pihaknya akan tetap mempertahankan Aji Santoso sebagai pelatih timnas U-23. “Insya Allah akan kami lanjutkan,” kata dia.

Adapun terkait hasil yang dipetik Evan Dimas cs,BTN dan PSSI kabarnya akan melakukan evaluasi langsung pada Kongres PSSI.”Kami belum ada rencana apapun,” jelas Sekjen PSSI Joko Driyono. “Yang pasti, kami masih menunggu timnas U-19 pulang dari Myanmar dulu.”
Gagal Mencapai Peak Performance

Pengamat sepakbola M. Kusnaeni menilai timnas U-19 memang tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya di Piala Asia U-19. Performa terbaik (peak Performance) mereka justru sudah muncul di masa persiapan.

“Menurut saya, pada dasarnya timnas U-19 memang tidak pernah mencapai performa puncaknya di putaran final ini. Mungkin klimaksnya justru saat tur nusantara itu,” ucap KusnaeniSelasa (14/10/2014), sebagaimana dilansir detik.com.

“Makanya penampilan mereka di Myanmar tidak optimal. Bahkan, lawan UEA seperti antiklimaks. Menurut saya, ada problem periodisasi yang kurang optimal dalam perjalanan persiapan tim ini ke putaran final,” tambahnya.

Kusnaeni menjelaskan, periodisasi dalam persiapan tim adalah urusan tim pelatih dan manajemen tim. Namun, hal itu mungkin juga dipengaruhi oleh program-program dari BTN dan PSSI.

“Tapi, itu bukan sepenuhnya kesalahan pelatih dan tim. Boleh jadi program yang diusulkan dan disiapkan pelatih tak bisa dijalankan dengan optimal karena satu dan lain hal. Misalnya BTN dan PSSI punya program sendiri yang tak sepenuhnya cocok dan selaras dengan kebutuhan tim,” paparnya. (by

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL