ULLEVI GÖTEBORG FINAL GOTHIA CUP 2016 BOYS 15 ASIOP APACITI - ELFSBORG JUBEL HOS INDONESIERNA FOTO TOMMY HOLL

Jakarta, LiputanIslam.com–Pertama kali dalam sejarah, sepakbola Indonesia meraih titel juara dunia dalam salah satu turnamen FIFA, Gothia Cup. Turnamen ini adalah ajang sepakbola junior terbesar di dunia, yang sudah berlangsung sejak tahun 1975 di Gothenborg Swedia.

Gothia Cup adalah kejuaraan dunia junior terbuka dari umur 11 sampai 18 tahun. Peserta bisa berasal dari klub yang tergabung dalam asosiasi sepakbola yang berafiliasi ke FIFA atau tim yang berafiliasi dengan sekolah sepakbola (SSB). Segera setelah Indonesia terbebas dari sangsi FIFA 13 Mei 2016, sejumlah sekolah sepakbola membentuk tim, yang kemudian dengan dukungan beberapa sponsor berhasil menseleksi banyak pemain dan membentuk 6 tim di kelompok umur (KU ) 13,14,15 dan 16 tahun.

Indonesia ASIOP (Akademi Sepakbola Intinusa Olah Prima) Apacinti adalah tim yang ikut di U-15. Sebelum bertarung di Gothenborg, tim ini sudah bersiap dengan mengikuti liga Kompas di Indonesia dan melakukan ujicoba pertandingan di Oslo Norwegia

“Saya bilang ke anak-anak kita tidak punya target tapi bermainlah sebaik mungkin” (Benny Soetrisno, pendiri dan pembina ASIOP Apacinti).

Kelompok U-15 diikuti 229 klub dari 36 negara. Pada babak penyisihan, para peserta dibagi menjadi 55 grup, dimana Indonesia tergabung pada Grup 21 bersama dua klub Swedia Ahus Horna BK dan Gerdskens BK dan satu klub Jerman, SC Nienstedsen.

Setelah berhasil melaju ke final, tim Indonesia harus berhadapan dengan tuan rumah Swedia.

Di pertandingan final, Indonesia memulai dengan baik, bahkan saat pertandingan baru berjalan 4 menit, Firdas Hilmi mendapat peluang cantik namun tidak berhasil membuahkan gol, namun 4 menit kemudian lahirlah sebuah gol dari Indonesia yang dicetak Imam Zakiri saat memanfaatkan pantulan tendangan bebas. Kurang dari 4 menit babak pertama berakhir, gol kedua kembali tercipta dari tendangan Reyhan Syaviano, score berubah menjadi 2 – 0 untuk keunggulan Indonesia, dan bertahan sampai turun minum.

Tuan rumah hanya mampu membalas gol hiburan di menit 10 babak kedua lewat Alexandar Ceganjac. Indonesia pun berhasil mengangkat trophy FIFA pertamanya, trophy yang mengharumkan nama bangsa. (ra/kitanesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL