thiagosilvaRio de Janeiro, LiputanIslam.com–Bek Brasil Thiago Silva menuturkan rasa kecewanya karena mendadak dia tak lagi dijadikan kapten kesebelasan negeri Samba itu. Oleh pelatih Brasil, Dunga, ban kapten diberikan kepada Neymar. Silva kecewa karena baik Dunga maupun Neymar tidak memberitahukannya terlebih dulu.

“Ia tak pernah mendatangiku dan bicara kepadaku,” kata Thiago Silva mengenai Neymar.

“Aku tak pernah bicara kepada siapa pun, itu (perubahan kapten) sudah dilakukan tanpa pembicaraan apa-apa. Itu yang membuatku tak senang,” lanjutnya kepada situs Brasil globoesporte yang dikutip Reuters.

Thiago Silva mulai menjadi kapten Brasil selepas Piala Dunia 2010 lalu. Saat itu ia ditunjuk oleh Mano Menezes untuk menggantikan Lucio.

Ketika Menezes dipecat pada 2012 dan digantikan oleh Luiz Felipe Scolari, Thiago Silva masih dipercaya menjadi kapten. Pemain asal klub Paris Saint-Germain itu juga memimpin tim Samba pada Piala Dunia 2014 di negerinya sendiri.

Setelah Dunga menggantikan Scolari, ban kapten pada awalnya diserahkan kepada Neymar karena Thiago Silva cedera. Tetapi pada awal September lalu Dunga memastikan bahwa Neymar akan terus menyandang ban kapten. Selain ban kapten Thiago Silva, yang kini sudah kembali ke skuat, juga terlihat mulai kehilangan tempat setelah tak jadi pilihan dalam kemenangan 4-0 atas Turki pekan lalu.

“Tampaknya aku kehilangan tempatku, mereka seperti sudah mengambil sesuatu dariku,” keluhnya.

Sementara itu, Dunga menanggapi keluhan Thiago Silva dengan tegas.

“Saya menghormati rekam jejak dari setiap pemain di tim Brasil, tapi beginilah cara kerja saya,” tegas Dunga seperti dikutip Reuters.

“Tak ada satu orang pun yang dirugikan ketika mereka sudah dipanggil ke tim Brasil. Tim Brasil adalah tim Brasil, di sini setiap hari mesti ditaklukkan; setiap detiknya, seluruh sesi latihan. Kami percaya pada hierarki dan aturan, jadi setiap orang di grup ini akur dengan yang lainnya. Kami percaya pada pengaturan kerja, kami tak suka improvisasi.”

“Kami sudah berusaha mencari pemimpin baru dan kami harus punya sejumlah pemimpin. Ketika beberapa pemain bergabung dengan tim ini, mereka sudah nyaman sedari hari pertama. Lainnya butuh waktu untuk beradaptasi. Yang lain mendapat perhatian spesial di klubnya dan di sini mereka harus membaginya dengan pemain lain. Beberapa ditaburi pujian dengan klubnya, tapi ketika datang ke sini mereka dikritik dan disorot. Pemain harus siap untuk menanggung beban kritik tersebut,” tegasnya. (fa/detik.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL