12711_10841_ok-boks-rusuh-1

Mesir, LiputanIslam.com – Liga Premier Mesir antara Zamalek SC kontra RNPPI Club menelan korban jiwa. Reuters melaporkan sekitar 19 orang tewas, sementara BBC menulis setidaknya ada 22 korban jiwa yang jatuh. AlJazeera bahkan menurunkan berita sekitar 40 orang meninggal dunia di area stadion Angkatan Udara, Kairo.

Sebagain besar korban jiwa meninggal karena rasa panik yang luar biasa. Mereka terinjak-injak bahkan ada yang meregang nyawa karena kehabisan oksigen. Tragedi tersebut membuat pemerintah Mesir menghentikan sementara Liga Primer Mesir, seperti dilansir dari Jawapos.com.

Padahal larangan pertandingan tanpa penonton baru saja dicabut setelah lebih dari dua tahun berjalan. Laga antara Zamalek dan ENPPI seolah menjadi dahaga para suporter bola dari kedua kesebelasan. Laga tersebut menjadi antiklimaks dengan terjadinya kerusuhan yang terjadi sejak kerusuhan terakhir di Port Said berlalu pada 2012. Kerusuhan silam tersebut menelan korban jiwa lebih dari 72 orang saat laga antara El Masry kontra El Ahly.

Kerusuhan dipicu karena ketidakpuasan para pendukung Zamalek yang kehabisan tiket. Panitia Stadion Angkatan Udara yang memiliki kapasistas mencapi 30 ribu orang hanya menjual 5.000 tiket saja. Kontan, dalam waktu singkat tiket langsung habis terjual.

Dipicu ketidakpuasan itulah fans Zamalek merangsek masuk kedalam stadion secara paksa. “Hal itu menyulut polisi bereaksi untuk memadamkan serangan,” kata pejabat kementerian pertahanan Mesir kepada AFP.

Sementara pihak Zamalek beranggapan bahwa polisilah yang sejak awal memancing kerusuhan dengan menembakkan gas air mata. Pintu yang lebarnya hanya 3,7 meter dijejali ribuan masa yang merangsek masuk. Khawatir tak terkontrol, petugas akhirnya menembakkan gas air mata sehingga banyak yang terinjak dan kehabisan oksigen di mulut pintu stadion tersebut.

Sejarah ketegangan hooligan Mesir dengan polisi semakin intens terjadi sejak revolusi Mesir pada 2011. Bentrokan kerap terjadi karena fans sepak bola Mesir memang terkenal sangat politis. (fie/jawapos)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL