vikingJakarta, LiputanIslam.com –PT Liga Indonesia akhirnya memutuskan untuk menggelar partai semifinal Indonesia Super League (ISL) di Palembang, bukan di Jakarta seperti rencana semula. Adapun partai final tetap di Jakarta. Mengapa demikian?

Sebagaimana dikerahui, ISL sudah menyelesaikan babak delapan besar. Empat tim lolos ke babak semifinal. Keempatnya adalah Persipura Jayapura, Arema Cronus, Pelita Bandung Raya (PBR), dan Persib Bandung. Di babak semifinal, Persib akan menghadapi Arema Cronus sedangkan PBR akan melawan Persipura.

Berdasarkan rencana awal, dua partai semifinal dan satu partai final akan digelar Jakarta, tepatnya di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Akan tetapi, PT. Liga Indonesia selaku operator Indonesia Super League (ISL) membuat perubahan rencana terkait tempat penyelenggaraan semifinal dan final. Babak semifinal akan digelar di Palembang, sedangkan final tetap di Jakarta.

Putusan tersebut disampaikan oleh CEO PT. LI, Joko Driyono, Jumat (31/10/2014). Menurut jadwal, laga semifinal akan digelar pada 4 November 2014, sedangkan final pada 7 November.

“Semifinal akan berlangsung dengan sistem single match. Bila pertandingan 90 menit berakhir imbang, akan dilanjutkan dengan extra time 2 x 15 menit. Dalam extra time ini tidak berlaku golden goal. Dan, bila masih imbang hingga akhir extra time, akan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti,” ungkap Joko seperti dilansir detik.com.

Partai Persipura Jayapura melawan Pelita Bandung Raya akan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada pukul 15.30 WIB. Laga semifinal lainnya antara Persib Bandung dan Arema Cronus akan digelar di tempat yang sama mulai pukul 19.00 WIB.

Terkait laga final, PT. LI memutuskan untuk tetap menggelarnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Sebelumnya, mereka menyatakan kemungkinan besar laga semifinal dan final akan dihelat di Jakarta meski mendapat penolakan dari suporter Persija Jakarta, The Jakmania.

Mengapa terjadi perubahan rencana? Dalam keterangannya, Sekretaris PT. LI, Tigor Shalom Boboy, mengatakan bahwa alasan memilih Palembang sebagai tempat berlangsungnya laga semifinal adalah semata-mata faktor keamanan.

“Polda yang menyarankan agar tidak di Jakarta. Mereka bilang karena banyak kegiatan. Itu saja alasannya,” ujar Tigor.

Tigor sama sekali tidak menyinggung masalah penolakan pendukung Persija Jakarta, Jakmania, atas penyelenggaraan semifinal di Jakarta gara-gara musuh bebuyutan mereka, Persib, lolos ke semifinal. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jakmania secara tegas menolak penyelenggaraan babak empat besar Indonesia Super League (ISL) di Jakarta. Keberadaan Persib Bandung sebagai salah satu peserta menjadi alasannya.

Keberadaan Persib sebagai semifinalis lantas mendapatkan reaksi dari Jakmania. Dengan adanya bobotoh, yang merupakan pendukung Persib, Jakmania menyatakan keberatan pertandingan akan berlangsung di Jakarta.

“Kebijakan ini diambil, mengingat salah satu tim semifinalis, yakni Persib Bandung memiliki suporter (Bobotoh/Viking) yang secara hubungan masih belum sepenuhnya berjalan baik dengan The Jakmania,” ujar sang ketua umum, Larico Ranggamone, di situs Jak Online.

“Lebih baik mencegah sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, kami merekomendasikan PT. LI untuk melaksanakan partai semifinal dan final ISL musim ini di luar Jakarta,” imbuhnya.

Jika memang ini yang menjadi alasannya, tentu saja tempat penyelenggaraan partai final pun masih belum memperoleh kepastian. Itu karena Persib masih berpeluang maju ke babak final.

Situasi seperti ini tentu sangat disesalkan. Islah masih sebatas kata-kata manis. PSSI dan pihak keamanan juga cenderung membiarkan situasi ini tetap terpelihara. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL