ee4dcc8e-7fdd-4bf5-bff5-46d3a017e696_169Jakarta, LiputanIslam.com – Setelah hampir setengah tahun mengurus desain  logo dan maskot Asian Games 2018, INASGOC (Indonesia Asian Games Committee) dan pemerintah tinggal melanjutkan pekerjaan lainnya.

Mereka sudah ditunggu pekerjaan rumah lain yang harus segera diselesaikan: Mulai dari renovasi venue Gelora Bung Karno, hingga maskot dan logo Asian Youth Games 2017.

“Minggu depan sudah mulai kick-off infrastruktur GBK karena sudah ada surat dari Menteri PUPERA Basuki Hadimuljono terkait hal tersebut. Intinya akan segera dimulai, memang secara rundown mundur menjadi awal Agustus. Tapi, itu hanya masalah supaya tertib administrasi,” ujar Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto.

“Prioritas lainnya adalah bahwa sejak nama-nama panitia INASGOC telah ditandatangani Ketua KOI Erick Thohir, masing-masing deputi sudah jalan. Bahkan seminggu yang lalu (18 Juli) telah digelar rapat pleno INASGOC yang kedua. Artinya tinggal me-running saja, seperti menyelesaikan sejumlah draft regulasi, yakni Inpres ‘kan akan diubah, kemudian penetapan cabor dan venue, dan penanggung jawab venue karena ada beberapa venue yang untouchable,” Gatot menjelaskan.

Selain itu, Gatot menambahkan, yang tak kalah penting adalah sosialisasi kepada para Kementerian Lembaga. “Mereka ini akan diminta untuk menganggarkan untuk 2017. Kemudian persiapan lainnya tentu untuk Asian Youth Games November 2017 seperti logo dan maskot yang belum. Itu saja yang harus dikerjakan cepat,” ujar dia lagi.

Gatot, yang juga merupakan Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, mengatakan jika pihaknya telah berkirim surat kepada KOI agar bisa melanjutkan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terkait logo dan maskot Asian Youth Games.

“Tapi, di luar itu, Bekraf sendiri tidak akan lepas begitu saja. Mereka tetap memberikan pedampingan kepada INASGOC. Misalnya teknis penggunaan di merchandise seperti apa, dan lainnya. Begitu dengan tim desainer yang terpilih (Feat Studio) juga akan bekerja sama dengan INASGOC, seperti bagaimana penempatan merchandise, pemasangan untuk di IT, bilboard, juga penempatan di tiket seperti apa,” pungkasnya. (ra/detik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL