tinjuCleveland, LiputanIslam.com, –Muhammad Ali, petunju legendaris Muslim asal Amerika Serikat, selalu mengundang kejutan dan sensasi. Bukan hanya karena ia adalah mantan petinju fenomenal, tapi aksesoris peninggalannya juga selalu menjadi barang bernilai miliaran rupiah.

Kali ini, sepasang sarung tangan tinju yang dipakai Muhammad Ali sewaktu menghadapi Joe Frazier pada 1971, telah laku terjual sekira Rp 4,5 miliar dalam sebuah acara lelang. Pemenang lelang yang diadakan di Cleveland, Amerika Serikat, itu merahasiakan identitasnya.

Nilai tersebut sebenarnya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan harga sepasang sarung tinju yang pernah dikenakan Ali saat pertama kali memenangi Kejuaraan Dunia. Sarung tinju termahal itu dihargai US$836.500 atau Rp9,8 miliar.

Meski demikian, sarung tinju yang dikenakan Ali saat melawan Frazier sarat dengan nilai sejarah. Laga antara Ali dan Frazier kala itu dijuluki ‘Fight of the Century’ atau ‘Pertarungan Abad Ini’. Pada akhir pertandingan Frazier menaklukkan Ali dan menjadi juara tinju kelas berat dunia.

Namun, baku pukul kedua petinju tersebut belum berakhir. Dalam dua laga selanjutnya, yaitu pada 1974 dan 1975, Ali menundukkan Frazier sekaligus menguatkan predikatnya sebagai petinju terbaik sepanjang masa.

Pertarungan Ali versus Frazer pada 1971 menjadi salah satu momen olahraga yang dikenang baik dalam aspek tinju maupun politik. Kala itu, semua gelar Ali dicopot karena dia menolak masuk wajib militer semasa Perang Vietnam.

Biografi Singkat dan Momen Penting

– 17 Januari 1942: Lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, Jr. dari ayah Cassius Marcellus Clay, Sr., seorang pelukis billboard (papan iklan) dan rambu lalu lintas dan ibu Odessa Grady Clay, seorang pencuci pakaian.

– 1960: Meraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade 1960 di Roma, Italia.

– 29 Oktober 1960: Debut pertama di ring profesional. Menang angka 6 ronde atas Tunney Hunsaker.

– 25 Februari 1964: Merebut gelar juara dunia kelas berat dengan menang TKO ronde 7 dari 15 ronde yang direncanakan atas Sonny Liston di Florida, AS. Liston mengalami cedera pada leher yang membuatnya mengundurkan diri dari pertandingan. Segera setelah dinyatakan menang atas Liston, masih di atas ring, Clay memproklamirkan agama barunya dengan mengucap dua kalimat syahadat. Ia juga mengumumkan nama barunya, Muhammad Ali, serta masuknya dia dalam kelompok Nation of Islam.

– 1967 – 1970: Ali diskors oleh Komisi Tinju karena menolak program wajib militer pemerintah AS dalam perang Vietnam. Semua gelarnya dicabut. Ungkapannya yang terkenal dalam menolak wamil ini, “Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tidak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan Nigger!”

– 30 Oktober 1974: Ali merebut kembali gelar juara kelas berat WBC dan WBA setelah menumbangkan George Foreman di Kinsasha, Zaire pada ronde ke 8.

– 6 September 1979: Ali menyatakan mengundurkan diri dari tinju, dan gelar dinyatakan kosong.

– 2 Oktober 1980: Ali kembali ke ring tinju, melawan bekas kawan latih tandingnya, Larry Holmes, yang telah menjadi juara dunia kelas berat. Ali menyerah dan mengundurkan diri pada ronde 11, Holmes dinyatakan menang TKO.

– 11 Desember 1981, sekali lagi Ali yang sudah uzur (berusia 39 tahun), mencoba kembali ke dunia tinju melawan Trevor Berbick di Bahama.Ali mampu tampil lebih bagus dibandingkan saat melawan Holmes, walaupun akhirnya kalah angka 10 ronde. Setelah pertandingan ini, Ali benar-benar pensiun dari dunia tinju. (by/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL