rio hKanada, LiputanIslam.com–Rio Heryanto, pembalap tim F1 Manor Racing asal Indonesia ini akan menjalani seri ketujuh GP Kanada, 10-12 Juni 2016. Tapi balapan kali ini terasa sedikit berbeda. Sebab, bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Rio yang beragama Islam tentu turut menjalankan ibadah puasa, seperti halnya umat muslim di seluruh dunia. Di Kanada, Rio menjalani ibadah puasa selama 18 jam. Sahur jam 3.00 dinihari, buka puasa jam 20.45. Berbeda dengan di Indonesia yang hanya 13 jam.

Saat sedang sahur Senin dinihari waktu Kanada kemarin, Rio mengatakan tetap menjalankan latihan fisik untuk menjaga kebugaran. “Iya, tetap latihan fisik,” kata Rio yang ketika itu menyantap nasi dan ayam goreng sebagai menu sahurnya.

Menurut Rio, balapan di bulan suci Ramadan kali ini bukanlah pengalaman pertamanya. Di ajang GP2 dan GP3 lalu, ia juga mengalami balapan saat puasa. Porsi latihan fisik di bulan puasa inipun juga masih sama dengan ketika di luar bulan puasa. “Sebisa mungkin tidak mengurangi porsi latihan,” Rio menambahkan.

Latihan fisik yang biasa dilakukan menjelang balapan antara lain; lari, renang, angkat beban hingga melatih kekuatan otot leher, tangan, dan kaki. Jika selama ini sebagian besar latihan fisik  dilakukan dari pagi hingga sore hari, kini karena berpuasa, sebagian besar dilakukan setelah buka puasa. “Sebagian masih dilakukan di pagi hari,” ujar Rio. (ra/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL