maria-londaBogor, LiputanIslam.com—Setelah sukses meraih medali emas di PON XIX, atlet lompat jauh Maria Natalia Londa mengatakan ia masih penasaran dengan Olimpiade. Kesuksesannya di  PON pun dianggapnya sebagai barometer menuju prestasi di multievent yang lebih besar lagi.

Di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (23/9), Maria berhasil menjadi yang terbaik di nomor lompat jauh PON XIX/2016 Jawa Barat. Lompatan sejauh 6,36 meter menghasilkan medali emas untuk atlet asal Bali itu.

Lompatan Maria di PON tentu lebih baik ketimbang saat dia tampil di Olimpiade Rio 2016, beberapa waktu lalu. Di Olimpiade Rio, lompatan terbaik Maria hanya 6,29 meter.

Maria sebelumnya juga merebut emas di PON 2008 dan PON 2012. Kesuksesannya di PON tahun ini pun membakar semangat dan motivasinya lagi.

“Ya, kalau mau membandingkan secara level (PON dengan Olimpiade) memang jauh banget. Tapi di setiap event yang saya ikuti saya anggap seperti barometer kepercayaan diri. Jadi, semangat latihannya bertambah, motivasinya juga bertambah karena dikasih kesempatan lagi dari Tuhan,” kata Maria.

Diakui gadis berusia 25 tahun ini, awalnya dia sempat tidak menyangka bisa meraih medali emas di PON Jabar karena dirinya hanya diberikan kesempatan dua kali melompat oleh pelatih. Hal ini dilakukan guna menjaga kondisi kaki agar tidak cedera lagi.

“Karena yang paling penting saat ini adalah menjaga keselamatan kaki. Tapi Puji Tuhan masih bisa dipercaya lagi. Saya bersyukur bisa meraih emas lagi,” ungkap dia disertai tawa.

Tak hanya itu, dia bahkan siap untuk diujikan kembali di multievent apapun jika diberi kesempatan dan kesehatan.

“Masih penasaran dengan Olimpiade. Makanya mudah-mudahan masih diberi kesempatan di Olimpiade 2020 jika masih sehat,” tutupnya. (ra/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL