world-cup-720x405Jakarta, LiputanIslam.com, — Bagi sebagian ummat Islam Indonesia, ada tiga even penting yang saat ini sedang ditunggu-tunggu. Mereka melakukan semacam count down alias hitung mundur atas tiga even tersebut. Yang pertama, terkait dengan even sepakbola, yaitu pergelaran akbar Piala Dunia Brasil. Kedua, bulan suci Ramadhan. Terakhir adalah penyelenggaraan pemilihan presiden.

Piala Dunia akan digelar dari tanggal 13 Juni sampai dengan 13 Juli. Berikutnya adalah bulan suci Ramadhan yang diperkirakan akan jatuh pada tanggal 28 atau 29 Juni, dan akan berlangsung sampai sebulan kemudian. Sedangkan pilpres akan berlangsung pada tanggal 9 Juli.

Dengan demikian, pada tanggal 9 Juli nanti, ummat Islam Indonesia akan mencoblos di bulan Ramadhan, dan pada saat yang sama juga menyaksikan fase-fase puncak Piala Dunia.

Fenomena yang juga akan cukup menarik adalah ibadah di bulan suci Ramadhan yang bercampur-baur dengan tontotan Piala Dunia.

Berdasarkan jadwal yang sudah disusun, fase grup akan selesai pada tanggal 27 Juni 2014, ditandai dengan duel penentuan di grup H antara Korea Selatan versus Korea dan Aljazair melawan Rusia. Esoknya, tanggal 28 Juni, digelar pertandingan babak perdelapan final antara juara grup A (favoritnya adalah Brasil) melawan runner up grup B (diperkirakan adalah Belanda). Pertandingan tersebut berlangsung jam 23:00 WIB.

Ini berarti, jika bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 28 Juni, ummat Islam Indonesia saat itu baru saja melewati hari pertama bulan Ramadhan. Menariknya, pertandingan perdelapan final berikutnya yang mempertemukan juara grup C (kemungkinannya Kolombia) melawan peringkat kedua grup D (kemungkinannya Inggris) akan digelar empat jam berikutnya, tepatnya pukul 03:00 WIB.

Sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia saat itu mereka sedang makan sahur. Jadi, para penggila bola akan menonton sepakbola sambil makan sahur.

Waspadai Waktu Anda!

marhabanBagi ummat Islam di manapun mereka berada, tak diragukan lagi bahwa Ramadhan adalah bulan yang paling mulia. Allah SWT menjanjikan pahala berlimpah-limpah bagi siapa saja yang beribadah di bulan ini. Dari sisi ini, keinginan untuk menjalankan berbagai macam ibadah (selain puasa tentunya) di bulan ini akan menghadapi tantangan berat berupa perhelatan Piala Dunia.

Perhatikan bahwa jadwal-jadwal pertandingan di fase knock-out yang beririsan dengan Bulan Ramadhan akan digelar jam 23:00 WIB dan 03:00 WIB. Durasi pertandingan jika berlangsung secara normal (2 x 45 menit) adalah sekitar dua jam (karena harus ditambah istirahat dan injury time). Itu artinya penggila bola akan menonton pertandingan sampai jam 05:00.

Jika di waktu normal pertandingan berlangsung seri, akan dilakukan perpanjangan waktu 2 x 25 menit, dan mungkin juga ke fase adu penalti. Ini akan menambah durasi satu jam lagi. Anda akan menonton sepakbola sampai dengan jam 06:00. Padahal, saat-saat itu, kaum Muslimin seharusnya ke Masjid untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah plus tadarusan atau kuliah Subuh.

Menonton sepakbola awalnya memang mubah. Akan tetapi, jika selama menonton itu ada hal-hal yang terlarang untuk dilihat, misalnya pakaian tidak senonoh para superter, maka itu akan menjadi masalah secara syar’i. Juga jika menonton sepakbola sampai membuat kita lalai terhadap kewajiban seperti salat atau bekerja mencari nafkah, hukumnya juga menjadi haram. Lalu, kalau menonton sepakbola itu membuat kita tidak bisa melaksanakan hal-hal yang sunnah, perilaku tersebut bisa jatuh menjadi makruh.

Nah, karena Ramadhan kali ini tersela dengan Piala Dunia, inilah yang harus diwaspadi. Sayang, jika waktu-waktu yang mulia itu lenyap dan dikorbankan demi menonton pertandingan sepakbola. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL