Persib-VikingPalembang, LiputanIslam.com –Persib Bandung mengakhiri penantian 19 tahun untuk menjadi kampiun liga sepakbola tertinggi Indonesia (Indonesia Super League –ISL). Dalam pertandingan yang sangat menegangkan Jumat (7/11/2014) malam di Stadion Jakabaring, Palembang, tim dari Kota Kembang itu berhasil menundukkan Persipura Jayapura lewat drama adu penalti.

Babak adu penalti harus digelar setelah kedua tim bermain imbang 2-2 dalam. Sedangkan pada babak adu penalti, Persib memenangi laga dengan skor 5-3.

Persipura unggul terlebih dahulu lewat gol Ian Louis Kabes pada menit kelima. Gol bunuh diri pemain Persipura, Immanuel Wanggai,pada pengujung babak pertama membuat kedudukan menjadi 1-1. Gol M Ridwan pada menit ke-51 membuat Persib balik unggul 2-1.

Boaz Solossa menjadi penyelamat Persipura Jayapura. Golnyapada menit ke-78 menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hingga membuat pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu

Persipura bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua, menyusul kartu merah yang diterima Bio Paulin. Namun mereka berhasil memaksa Persib memainkan babak tambahan.

Di babak tambahan, giliran Persib yang kehilangan satu pemainnya. Vladimir Vujovic diusir dari lapangan karena menerima dua kartu kuning. Di babak extra time 2×15 menit, tak ada tambahan gol dari kedua tim sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, Persib berhasil unggul setelah kelima algojonya berhasil menyarangkan bola ke gawang Dede Sulaeman. Sedangkan tenaangan penendang keempat Persipura berhasil diblok oleh I Made Wirawan.

Bagi Persib, mimpi mereka untuk kembali mengangkat trofi Liga Indonesia akhirnya terwujud, setelah menanti selama 19 tahun. Kali terakhir mereka menjadi kampiun adalah di musim 1994/1995.

Di musim 1994/1995, yang merupakan musim pertama kompetisi “penggabungan” Perserikatan dan Galatama, Persib tampil sebagai juara. Di final, sang “Pangeran Biru” mengalahkan Petrokimia Putra Gresik dengan skor 1-0

Sebaliknya, Persipura gagal membuat sejarah sebagai tim pertama yang mampu memenangi kompetisi dua musim berturut-turut. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL