Foto:  coachindrasjafri.com

Foto: coachindrasjafri.com

Jakarta, LiputanIslam.com — Timnas U-19 kembali berjaya dalam pertandingan Tim Pra-PON Riau di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Senin (16/6/2014). Keberhasilan ini tentu saja  tak terlepas dari tangan dingin sang pelatih dalam membesut anak asuhnya. Apa mimpi Indra yang ditanamkan pada mereka?

“Kita ingin masuk semifinal dan lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015. Tahun ini kita bisa mengalahkan juara Asia, tahun depan kita kalahkan juara dunia,” ujar Coach Indra Sjafri. Apa tidak terlalu dini?

Tentu saja tidak. Menurut Coach Indra, ia tidak sembarangan melontarkan kata-kata tersebut. Keyakinan dirinya terhadap kemampuan Timnas U-19 sudah pasti tidak muncul begitu saja.

“Kami memilih pemain dengan baik, tanpa titip-titipan, latihan dengan maksimal dan militan di lapangan,” ujarnya.

Itulah optimisme gaya Indra Sjafri. Sebagai pelatih yang membawahi para talenta terbaik di Indonesia, ia selalu berusaha berpikir positif dan menghindari untuk terjebak pada hal-hal negatif. Dalam proses selanjutnya, optimisme ini menumbuhkan kepercayaan diri dan keyakinan kuat pada diri Indra.

Contohnya, dalam detik-detik menjelang pertemuan antara Timnas U-19 dengan Korea Selatan U-19, banyak kalangan tadinya meragukan timnya. Namun alih-alih merasa rendah diri dengan situasi tersebut, kepada media Indra malah berkata, “Bilang sama Korea (Selatan) kita akan kalahkan mereka…”

Indra menjelaskan andai saat itu ia mengucapkan pernyataan bahwa mereka akan berusaha menahan imbang atau kalah tidak dalam gol banyak, tidak dapat terbayangkan bagaimana pengaruh negatifnya terhadap para pemain.

Menurutnya, bisa jadi saat Korea Selatan baru pemanasan, anak-anak Timnas U-19 sudah tertunduk. Ia tidak mau itu terjadi.

“Jangan pernah merasa lawan lebih baik,” begitu nasehatnya kepada para pemain Timnas U-19.

Keyakinan inilah ciri dan kekuatan Indra. Dalam berbagai ekspresi, keyakinan atau kepercayaan diri bisa saja dilihat sebagai suatu kesombongan. Namun bagi Indra, lebih baik dianggap seperti itu daripada tidak punya keyakinan atau kepercayaan diri.

” Kalau pelatihnya optimis, pemain jadi militan, tidak ingin bangsa lain menginjak-injak negaranya.”

Jika orang lain mungkin menganggap Indonesia bermain di putaran Piala Dunia masih merupakan mimpi, maka bagi Indra itu adalah kepastian yang harus dikejar.

” Kalau kita tidak yakin, seumur hidup kita tidak akan pernah menjadi juara dunia..”tegasnya.

“Kami tidak sombong. Tolong bedakan antara sombong dengan percaya diri. Kami latihan dengan maksimal dan militan. Tentunya itu berbeda dengan jika kami berkoar-koar ke mana-mana tetapi tidak berbuat apa-apa.” (Indra Sjafri)

(ba/disunting dari  coachindrasjafri.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL