tv how football changed tv foreverRio de Janeiro, LiputanIslam.com, —Siapa tak kenal Pele, Maradona, dan Zidane? Mereka adalah para maestro sepakbola yang menjadi legenda. Kehebatan mereka sering dibanding-bandingkan, untuk menyebutkan siapa pesepakbola terbaik sepanjang masa. Prestasi mereka menjadi parameter kesuksesan bagi pesepakbola generasi berikutnya jika ingin disebut yang terbaik.

Lalu, apakah Anda kenal nama-nama George Best, Eric Cantona, atau Ryan Giggs? Ya, mereka juga adalah para seniman bola yang juga sangat terkenal. Beda di antara mereka adalah: jika Pele, Maradona, dan Zidane menjadi bintang berkat Piala Dunia, maka tiga nama terakhir justru tak pernah sekalipun mencicipi atmosfer putaran final Piala Dunia seumur hidupnya.

Piala Dunia yang dimulai pada tahun 1930 selalu menjadi daya tarik para pemain sepakbola. Mereka akan berjuang keras agar negaranya lolos ke putaran final Piala Dunia. Piala Dunia seakan menjadi pertaruhan utama karir mereka.

Sayangnya, ada sejumlah pemain bintang yang seumur hidup gagal tampil di Piala Dunia, dengan berbagai sebab. Berikut ini adalah sepuluh bintang di antaranya.
1. George Best

Pada masanya, George Best adalah superstar bagi klub Manchester United, Inggris. Ia dinobatkan sebagai legenda klub raksasa tersebut. Masalahnya, Best adalah warga negara Irlandia. Seperti yang diketahui, sampai masa aktifnya sebagai pemain sepakbola, Irlandia tidak pernah lolos dari kualifikasi Piala Dunia. Gara-gara itulah, Best yang meninggal dunia pada tahun 2005 silam, gagal berpartisipasi di Piala Dunia.

Para pengamat menyebut Best sebagai pemain terbaik sepanjang masa yang tidak bermain untuk Piala Dunia.

2. Alfredo Di Stefano

stefanoSalah satu legenda terbesar klub raksasa Spanyol Real Madrid adalah Di Stefano. Berkat gol-golnya-lah Madrid menikmati masa kejayaan, yaitu menjadi kampiun Piala Champions sebanyak lima kali.

Di level nasional, Di Stefano sempat membela tiga negara yaitu Argentina, Columbia dan Spanyol. FIFA saat itu memang belum punya aturan terkait pembatasan kewarganegaraan seorang pemain sepakbola.

Di Stefano yang kelahiran Argentina tidak membela negaranya pada Piala Dunia tahun 1950, gara-gara dianggap masih terlalu muda. Pada Piala Dunia 1954, ia bermain untuk Kolombia. Tapi, Kolombia pada saat itu gagal lolos ke Piala Dunia.

Gagal bersama Kolombia, Di Stefano mengubah kewarganegaraannya. Ia bermain untuk Spanyol. Sialnya, Spanyol tidak lolos pada kualifikasi Piala Dunia 1958. Tahun 1962, Spanyol akhirnya lolos kualifikasi. Tapi, nasib sial kembali menimpa Di Stefano. Ia dibekap cedera hingga kembali absen dalam Piala Dunia untuk ke 4 kalinya.

3. Ryan Giggs

Giggs punya karir yang panjang dan gemilang. Ia telah menerima banyak penghargaan baik di level individu maupun bersama klub besar Manchester United. Giggs memulai debutnya bersama United pada tahun 1991 dan masih bermain hingga sekarang bersama United. Bersama United ia telah memenangkan sebelas titel EPL, dua Piala Champion, dan bebagai piala lainnya. Giggs tidak pernah bermain di Piala Dunia disebabkan ia berasal dari Wales. Wales sendiri hanya pernah mencicipi panasnya Piala Dunia satu kali yaitu pada tahun 1958. Saat itu, Giggs bahkan belum lahir.

4. Duncan Edwards

Edwards dianggap salah satu yang terbesar pada generasinya . Bermain untuk Manchester United dan Timnas Inggris, ia tewas pada kecelakaan pesawat terbang pada tahun 1958 di Munich, Jerman. Ia memang bintang. Tapi, ia gagal untuk bermain di Piala Dunia untuk membela Inggris

5. Eric Cantona

Manchester United kembali punya legenda di tahun 90-an. Sayangnya, seperti Best, Giggs, dan Duncan, bintang inipun gagal bermain di Piala Dunia. Cantona memulai debut pertamanya bersama Perancis pada tahun 1987. Namun, ia berselisih dengan pelatih Prancis pada kala itu, hingga membuat ia tidak masuk dalam skuad Prancis pada Piala Dunia 1990 di Italia.

Pada Piala Dunia tahun 1994, Prancis secara mengejutkan tidak lolos ke putaran final Piala Dunia. Pada tahun 1997, Eric Cantona memutuskan pensiun dari dunia sepak bola. Padahal, ia dianggap masih layak bermain di level tinggi sepakbola. Setahun setelah Cantona pensiun, pada tahun1998, Prancis malah keluar sebagai juara Piala Dunia.

6. George Weah

Weah terpilih sebagai pemain terbaik Afrika pada tahun 1989, 1994 dan 1995. Dia juga menjai pemain terbaik Eropa pada tahun 1995. Di tahun itu pula, Weah terpilih sebagai pemain terbaik dunia. Ia menjadi satu-satunya pemain yang mampu menggabungkan tiga gelar pemain terbaik di tahun yang sama

Pemain Muslim ini menikmati tahun-tahun terbaiknya di Perancis dengan Monaco dan Paris St Germain, serta di Italia bersama AC Milan. Berbagai gelar di tingkat klub diraih Weah antara tahun 1988 dan 2000. Sayangnya, seperti Best dan Giggs ia berasal dari negara Liberia, dan Liberia tidak pernah tampil dalam Piala Dunia.

7. Ian Rush

Ian Rush adalah salah satu pemain legenda Liverpool pada era 80-an dan 90-an. Ia memiliki nama yang besar. Ia juga bermain untuk Juventus untuk beberapa musim. Selama 73 penampilan bersama Wales, ia telah mencetak 23 gol. Dan ia menjadi pahlawan bagi Wales saat goalnya membawa Wales lolos ke Piala Eropa 1992. Sayangnya, untuk level Piala Dunia, Wales tidak pernah beruntung.

8. Johny Giles

Giles adalah kompatriot Best. Bermain untuk Irlandia di level negara, ia bermain untuk Leeds United pada 1970-an di level klub. Leeds United adalah salah satu klub besar pada masa itu. Meski bermain 60 kali untuk negaranya, Giles gagal membawa negaranya Irlandia untuk bisa bermain di Piala Dunia.

9.  Matt Le Tissier

Ia adalah salah satu pemain paling loyal terhadap klub Southampton. Ia telah membawa banyak kemenangan besar bagi Southampton, telah bermain 161 kali bagi Southampton, serta menjadi pemain terbaik di Liga Inggris di beberapa musi. Sayangnya, ia tidak pernah bermain di Piala Dunia bersama Inggris.

Sebenarnya ia bisa saja bermain pada Piala Dunia 1994. Tapi, pada saat itu, Inggris tidak lolos ke Piala Dunia. Pada kesempatan selanjutnya, di tahun 1998, ia tidak terpilih. Posisinya tergantikan oleh nama-nama besar seperti Alan Shearer, Teddy Sheringham, dan Andy Cole.

10. Nicholas Anelka

Miris rasanya mengetahui bahwa bintang besar ini tidak pernah bermain di Piala Dunia. Ia predator yang jasanya diperebutkan oleh banyak klub besar. Ia juga berasal dari negara Prancis. Sejak pemain Muslim ini muncul di dunia sepakbola, Prancis adalah langganan Piala Dunia. Bahkan, di zaman Anelka mulai menapaki tangga kejayaannya, Prancis menjadi juara untuk pertamakalinya. Tapi, justru pemain Muslim ini tak pernah bisa tampil di Piala Dunia. Kok bisa?

Pada tahun 1997, Anelka menjalani debut bersama Arsenal dengan nilai kontrak £ 500.000 (sekitar Rp 10 Milyar). Selanjutnya, ia pindah ke raksasa Spanyol Real Madrid dengan nilai £ 22 Juta (Rp 400 Milyar), kemudian Paris Saint Germain (£ 20 juta), Man.City (£ 13 juta), Bolton Wanderers (£ 8 Juta), Chelsea (£ 15 Juta) dan kemudian di pinjamkan ke Liverpool. Jika semuanya ditotal, Anelka adalah salah satu pemain termahal sepanjang masa.

Bagaimana pemain dengan pengalaman sehebat ini sampai gagal tampil di Piala Dunia? Di tahun 1998, saat negaranya menjadi juara, Anelka dianggap belum terlalu terkenal sehingga ia tidak terpilih. Pada tahun 2001 hingga 2007 ia mengalami perselisihan dengan tim pelatih Prancis sehingga membuat ia melewatkan piala dunia 2002 dan 2006. Setelah “berbaikan”, pada Piala Dunia 2010 ia tetap tidak terpilih karena dianggap tidak lagi produktif dalam urusan mencetak gol.

(by/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL