el-clasico-Madrid, LiputanIslam.com –Sabtu (25/10/2014) akan menjadi ‘hari bola dunia’, karena jutaan pasang mata penggila sepakbola di seluruh dunia akan tertuju kepada Stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Di tempat itu, para seniman sepakbola paling top dunia akan beradu laga bertajuk El Clasico, alias partai klasik. Real Madrid dan Barcelona sejauh ini diyakini sebagai dua klub terhebat di dunia. Keduanya juga punya fans terbanyak di dunia.

Pada partai itu, akan berlaga para pemain dengan label termahal di dunia. Ada Gareth Bale, Cristiano Ronaldo, dan James Rodriguez di kubu Real Madrid. Sedangkan di kubu Barcelona ada Neymar dan Luis Suarez. Jangan lupa pula, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah dua nama yang dalam kurun waktu enam tahun terakhir secara bergantian dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia.

Pertemuan Real Madrid dengan Barcelona juga bukan semata-mata perebutan tiga poin demi mengamankan posisi di papan kalsemen layaknya dalam sebuah laga di kompetisi. Begitulah pendapat gelandang Barcelona Andres Iniesta, demikiani dilansir detik.com.

Menilik perjalanan dua tim di musim ini, kedua tim bakal tampil habis-habisan untuk menambah pundi-pundi poin. Barcelona sejauh ini belum sekalipun tersentuh kekalahan hingga delapan pekan pertama La Liga Primera. Mereka kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 22 poin.

Sebaliknya Real Madrid masih tercecer di urutan ketiga dengan penampilan naik turun. Cristiano Ronaldo dkk tertinggal empat poin dari Barca. Tapi, Iniesta berpendapat sengitnya duel dua tim itu tak semata-mata karena perebutan poin. Laga itu berpengaruh besar terhadap mental pemain.

“Ini tak seperti pertandingan-pertandingan lain–tak akan pernah. Kalau kamu menang, maka akan mendongkrak mentalmu,” kata Iniesta seperti dikutip ESPN.

El Clasico selalu menjadi pertarungan sengit sebagai bagian dari pertunjukan sepakbola. Kamu harus menampilkan kemampuan terbaik dalam semua lini untuk memenangkannya.

“Kami menuju ke sana dengan harus membawa mental sebagai pemenang–tak terpengaruh apa yang akan terjadi setelah itu, tak peduli dengan apapun yang terjadi. Sebab, itu akan menjadi sebuah kesalahan. “

Sejauh ini El Real lebih sering menang saat menjamu Barca di El Clasico di La Liga. Dari 168 pertemuan, Madrid menang 51 kali di kandang dan 18 kali kalah.

Menanti Suarez, Mengingat Cruyff

Ada sisi menarik lain dari El Clasico kali ini, yaitu kemungkinan akan tampilnya Luis Suarez untuk menjalani debut bersama Barcelona. Debut yang tertunda ini menjadi ulangan atas apa yang dialami Johan Cruyff lebih dari 40 tahun lalu.

Suarez sebanrnya  sudah bermain untuk Barcelona setelah dia diboyong dengan harga 75 juta poundsterling dari Liverpool pada musim panas lalu. Tapi laga-laga yang dilalui Suarez cuma berlabel ujicoba, dia masih dicekal FIFA tampil di laga kompetitif karena aksi gigitnya terhadap Giorgio Chiellini di Piala Dunia lalu.

Jumat (24/10/2014) tengah malam, periode hukumannya habis. Itu artinya mulai akhir pekan ini dia akan bisa menjalani debut kompetitif. Panggung besar sudah tersedia untuknya karena kebetulan El Barca akan tampil di El Clasico dengan bertamu ke Real Madrid.

Setelah musim lalu jadi topskorer Premier League, dan juga menggondol Sepatu Emas Eropa, dengan 31 golnya, Suarez diharapkan bisa berkontribusi besar buat Barca. Seluruh dunia menanti bagaiman dia menciptakan kesepahaman di atas lapangan dengan Lionel Messi dan Neymar.

Marca menulis kalau apa yang dialami Suarez saat ini mengingatkan publik Barca terhadap legenda mereka Johan Cryuff. Tepat 41 tahun lalu Cruyff juga harus lama menunggu kesempatan melakukan debut bersama Barca meski sudah resmi jadi penghuni Camp Nou. Sama seperti Suarez kini, Cruyff juga harus menunggu sekitar dua bulan untuk bisa merasakan debut.

Momen itu terjadi pada 28 Oktober 1973, Cruyff akhirnya dapat kesempatan melakukan debut. Cruyff sebenarnya sudah menuntaskan transfernya dari Ajax ke Barca sejak musim panas, namun birokrasi yang tak kunjung keluar membuat dia harus menunggu sekitar dua bulan lamanya. Cruyff baru bisa menjalani debut di pekan delapan, di mana Barca berhadapan dengan Granada.

Penantian panjang Cruyff dan pendukung Barca terbayar tuntas di Camp Nou malam itu. The Catalans meraih kemenangan telak 4-0, sementara Cruyff menyumbang dua gol.

Akankah Suarez juga mengikuti jejak Cruyff yang mampu mencetak gol pada debutnya di Barcelona setelah mengalami penundaan bermain? Akankah juga Suarez membawa Barcelona meraih kemenangan di laga ini? (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL