(Ahmad Zaini/liputan6.com)

(Ahmad Zaini/liputan6.com)

Surabaya, LiputanIslam.com – Menjadi sebuah kebanggan nyata jika kita mengharumkan nama bangsa dikancah kompetisi Internasional. Namun, setelah itu, setelah pensiun atau setelah tidak bersinar kembali, justru nasib para atlet dan olahragawan yang pernah mengharumkan nama bangsa kerap dilupakan. Tak heran jika sejak dulu, beberapa atlet Indonesia hijrah ke negeri tetangga, menjadi pelatih di negeri orang bahkan membela negara lain dan berpindah kewarganegaraan.

Persoalan tersebut hingga kini masih menjadi fenomena yang tidak bisa ditampik. Nyata dan ada. Salah satunya yang kini harus bekerja keras menghidupi anak dan istri adalah winger Persebaya Surabaya yang juga pernah merumput dan membela Merah Putih, Anang Ma’ruf.

Meskipun masih menggeluti dunia olahraga sebagai pelatih di SSB (Sekolah Sepak Bola), Anang Ma’ruf harus “nyambi” menjadi tukang ojek online demi menambah pendapatan untuk keluarga.

“Saya kan melatih di SSB pagi dan sore. Jadi, siangnya saya bisa menjadi pengemudi Go-Jek,” terang Anang, seperti diberitakan Liputan6com.

Profesi baru Anang Ma’ruf ini memang sempat menghebohkan jagat maya olahraga Indonesia. Beberapa pemain banting setir untuk mencari nafkah mulai dari jualan jilbab, pakaian, hingga daftar menjadi gojek demi menghidupi anak dan istri. Masa depan sepakbola Indonesia hingga kini masih dalam ketidakpastian karena kisruh panjang sepakbola Nasional. Yang jadi tumbal akhirnya para pemain kita sendiri.

Mantan Winger Persija Jakarta, Anang Ma’ruf, kini merasa senang bisa mendapatkan tambahan dari profesi barunya sebagai Gojek ditengah kesibukannya melatih di SSB. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL