celticGlasgow, LiputanIslam.com – Pendukung Glasgow Celtic, salah satu klub terbesar Skotlandia, mengumpulkan dana solidaritas Palestina. Aksi tersebut dilakukan terkait dengan jatuhnya denda oleh Asosiasi Sepakbola Eropa UEFA terhadap klub gara-gara fans klub menunjukkan dukungan kepada Palestina dalam sebuah laga play-off Liga Champions.

The Sun melaporkan, fans Celtic membentangkan bendera Palestina saat tim kesayangan mereka bertarung melawan Hapoel Be’er Sheva yang dihelat 18 Agustus dini hari WIB di Celtic Park. Akibat aksi solidaritas tersebut, Celtic didenda 10 ribu euro (Rp 145 juta Rupiah) oleh UEFA. Dikatakan bahwa aksi tersebut melanggar regulasi UEFA pasal 16 ayat 2 terkait larangan aksi apapun yang memiliki unsur politik dalam sepakbola.

Akan tetapi, jatuhnya denda tersebut tidak menyurutkan fans klub untuk tetap menunjukkan solidaritasnya terhadap Palestina. Mereka justru semakin gencar melakukan aksi kemanusiaan kepada Palestina. Fans Celtic berhasil mengumpulkan dana lebih dari 150 ribu pundsterling (lebih dari 3 milyar rupiah).

“Tindakan ini adalah solidaritas para fans Celtic. Hal ini sebagai suatu aksi untuk menyadarkan UEFA bahwa bendera Palestina bukan sebuah bendera terlarang. Kami bertekad untuk memberikan kontribusi positif dan meluncurkan kampanye #matchthefineforpalestine,” tulis fans Celtic dalam akun resmi Facebooknya, sebagaimana yang kemudian dikutip oleh BBC.

Aksi lanjutan fans Celtic ini mengejutkan banyak kalangan karena mereka ternyata tidak mempermasalahkan akibat dari tindakan mereka tersebut. Faktanya, jumlah dana yang terkumpul jauh lebih besar daripada jumlah denda yang harus ditanggung klub.

Alasan Dukungan terhadap Palestina

Dukungan terhadap Palestina dan kecaman terhadap Israel makin hari makin menyebar di seluruh penjuru dunia, dan merambah ke berbagai bidang kehidupan. Padahal, olahraga sebenarnya hal yang selama ini dipisahkan dari masalah-masalah politik. Di sisi lain, Skotlandia justru termasuk negara Britania Raya yang selama ini, pemerintahnya selalu menunjukkan dukungan kepada Israel.

Akan tetapi, hal-hal seperti itu ternyata tidak menyurutkan para pendukung Celtic untuk menunjukkan solidaritas dengan cara mengibarkan bendera Palestina dalam pertandingan melawan Hapoel Be’er Sheva.

“Kami mengambil sikap karena kami harus melakukannya. Ini adalah tim Israel, salah satu kota mereka dibangun di atas tanah Palestina yang diduduki,” tutur Martin Milligan, salah satu fans Celtic seperti dilansir glasgowlive.co.uk.

“Mereka (Israel) diizinkan melakukan perjalanan di sini dengan bebas untuk bertanding. Klub sepak bola Israel bisa pergi ke mana pun mereka inginkan, dari Israel ke negara manapun di dunia. Tapi kebebasan itu tidak dibagi dengan tim Palestina dan pemain, yang justru dibatasi. Ada banyak insiden yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir,”

“Sebagian besar orang mendukung dan berada di pihak kami. Beberapa orang bahkan mendekati kami untuk berterima kasih kepada kami sebab sudah melakukannya,”

“Kami coba berbicara dengan banyak orang untuk menjelaskan alasannya. Kami ingin berbicara dengan orang, membiarkan mereka tahu apa yang terjadi dan membuat mereka muncul ke permukaan,” tandasnya.

Celtic ternyata bukan satu-satunya fans sepak bola yang menyuarakan pandangan politiknya tentang konflik Israel-Palestina. Fans-fans klub sepak bola Eropa Timur seperti Partizan Belgrade atau Red Star Belgrade pun lantang menyatakan dukungan mereka kepada Palestina.

Di Indonesia, para pendukung Persija, Persib, dan juga Tim PSSI pernah membentangkan spanduk dukungan terhadap Palestina di sela-sela pertandingan tim kesayangan mereka masing-masing. (ot)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL