kostagettyRecife, LiputanIslam.com, — Kosta Rika kembali menunjukkan trend positif sekaligus menasbihkan diri sebagai kejutan terbesar Piala Dunia 2014. Setelah menciptakan “neraka” bagi dua raksasa Eropa, yaitu Inggris dan Italia –sehingga keduanya tersingkir dari babak grup–, Kosta Rika kembali membuat sensasi dengan maju ke babak delapan besar perhelatan tersebut.

Pada pertandingan di Arena Pernambuco, Recife, Senin (30/6/2014) dinihari WIB, Kosta Rika menyingkirkan wakil Eropa yang juga juara Piala Eropa 2004 Yunani lewat adu tendangan penalti. Babap penalti diogelar karena selama waktu normal hingga perpanjangan waktu, kedua tim berbagi angka 1-1.

Kedua tim tampil saling menekan sepanjang pertandingan berlangsung. Seperti yang dilaporkan detik.com, Yunani nyaris unggul pada menit ke-37 ketika umpan silang Jose Cholevas dari sisi kiri bisa dijangkau oleh Dimitris Salpigidis yang berdiri di mulut gawang. Beruntung buat Kosta Rika, sontekan Salpingidis dihalau oleh Navas.

Sampai babak pertama selesai, kedua tim belum mampu mengakhiri kebuntuan. Skor 0-0 belum berubah.

Dua menit setelah restart, Yunani mendapatkan peluang lagi. Georgios Samaras menyambut tendangan bebas Cholevas dengan sundulan, tapi sundulannya mengarah tepat ke pelukan Navas.

Gol akhirnya tercipta pada menit ke-52. Ruiz membawa Kosta Rika memimpin 1-0 setelah tembakan mendatarnya meneruskan umpan Christian Bolanos menjebol gawang Yunani.

Kosta Rika kehilangan satu pemainnya pada menit ke-66. Oscar Duarte harus meninggalkan lapangan lantaran menerima kartu kuning kedua. Situasi ini menguntungkan Yunani yang tengah berusaha mengejar ketertinggalan.

Usaha Yunani untuk menyamakan skor baru membuahkan hasil saat laga memasuki menit pertama injury time. Berawal dari tembakan Theofanis Gekas yang diblok Navas, Sokratis Papastathopoulos menyambar bola muntah untuk mengubah kedudukan jadi 1-1.

Beberapa saat kemudian, Yunani malah nyaris berbalik memimpin. Namun, Navas secara luar biasa mementahkan sundulan Kostas Mitroglou. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis.Skor ini bahkan terus bertahan hingga extra time habis. Untuk menentukan pemenang, adu penalti pun dilakukan.

Dalam adu penalti, dewi fortune berpihak kepada Kosta Rika. Kosta Rika menang 5-3 setelah semua eksekutor mereka, yaitu Celso Borges, Bryan Ruiz, Giancarlo Gonzalez, Joel Campbell, dan Michael Umana menjalankan tugas dengan baik. Di kubu Yunani, cuma Kostas Mitroglou, Lazaros Christodoulopoulos, dan Jose Cholevas yang berhasil, sedangkan Theofanis Gekas gagal.
Pada babak delapan besar, perjuangan Kosta Rika akan diuji oleh raksasa Eropa lainnya, yaitu Belanda, yang pada pertandingan lainnya menghempaskan Meksiko dengan skor 2-1.

Belanda Menang Dramatis

Belanda-vs-Meksiko-1-640x360Pada pertandingan babak perdelapan final lainnya, Belanda secara dramatis mengalahkan Meksiko dengan skor 2-1. Pada pertandingan yang digelar di Estadio Governador Placido Aderaldo Castelo, Fortaleza, Minggu (29/6/2014) malam, kemenangan Belanda ditentukan oleh ekseskusi penalti Klaas Jan Huntelaar pada menit keempat injury time.

Liputan6 melaporkan, pada laga ini, Belanda tampil buruk di babak pertama. Meksiko lah yang mendapat beberapa peluang emas. Beruntung bagi Belanda karenatidak ada gol yang terciptahingga turun minum.

Tiga menit setelah jeda, kebuntuan Meksiko akhirnya terpecahkan. Giovani Dos Santos berhasil menjebol gawang Belanda. Tendangan mendatar kaki kiri dari luar kotak penalti Dos Santos tak mampu dibendung kiper Jasper Cillessen. Bagi Dos Santos ini merupakan gol pertamanya untuk Meksiko dalam kurun dua tahun terakhir.

Papan skor seharusnya berimbang 1-1 di menit 58 andai kiper Guillermo Ochoa tidak tampil gemilang di bawah mistar gawang Meksiko. Ochoa menepis sundulan dari Stefan de Vrij sehingga bola cuma mengenai tiang gawang.

Ochoa kembali menyelamatkan Belanda di menit 73. Kali ini pemain Ajaccio itu mampu memblok tendangan kaki kanan Arjen Robben.

Untuk menambah daya gedor, Van Gaal memasukkan Huntelaar menggantikan Robin Van Persie yang tampil buruk.

Keputusan ini terbukti jitu. Pada menit 87 Belanda akhirnya bisa menyamakan skor. Sepak pojok Robben diteruskan Huntelaar dengan sundulan ke arah Sneijder. Pemain Galatasaray itu melepaskan tendangan setengah voli yang gagal dibendung Ochoa. Papan skor pun berimbang 1-1.

Petaka menimpa Meksiko di menit keempat masa injury time. Kapten Rafael Marquez melakukan kesalahan dengan melanggar Robben di kotak penalti. Wasit pun langsung menunjuk titik putih.

Huntelaar yang dipercaya sebagai algojo tanpa kesalahan berhasil memperdaya Ochoa guna membawa Belanda balik memimpin.

Waktu yang sudah sedikit membuat Meksiko gagal menyamakan skor. Belanda akhirnya unggul 2-1 dan berhak ke perempatfinal, untuk menghadapi kuda hitam Kosta Rika.
Dengan hasil-hasil ini, sudah ada empat negara yang lolos ke babak delapan besar, yaitu Brasil, Kolombia, Belanda, dan Kosta Rika. Empat tempat tersisa akan diperebutkan oleh delapan negara, yaitu Perancis, Swiss, Argentina, Nigeria, Jerman, Amerika Serikat, Belgia, dan Aljazair. Mereka akan saling bentrok dalam laga hidup mati: Perancis vs Nigeria, Argentina vs Swiss, Jerman vs Aljazair, dan Belgia vs Amerika. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL