kosta rikaRecife, LiputanIslam.com, —Ada dua grup di Piala Dunia 2014 yang disebut-sebut sebagai grup neraka, yaitu Grup B yang dihuni dua finalis Piala Dunia 2010, Spanyol dan Belanda, serta Grup D yang dihuni Uruguay, Italia, dan Inggris. Satu lagi peserta Grup D adalah Kosta Rika, dan hampir tak ada pengamat yang menjagokan tim ini untuk bisa bersaing dengan tiga raksasa sepakbola dunia itu.

Tapi, segalanya malah berkebalikan. Justru Kosta Rika malah menjadi tim pertama grup yang memastikan satu tiket ke babak 16 besar usai menaklukan Italia dengan skor 1-0 dalam lanjutan pertandingan Grup D di Stadion Arena Pernambuco, Recife, Jumat malam (20/6/2014) WIB.

Seperti yang dilaporkan inilah.com, dalam pertandingan kali ini pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, menurunkan Gianluigi Buffon sejak menit awal usai pulih dari cedera. Tetap memainkan empat bek sejajar, Prandelli memainkan Andrea Barzagli menggantikan pos Gabriel Palleta.

Di lini tengah, Thiago Motta turun sebagai starter menggantikan Marco Veratti. Ia berkolaborasi dengan Andrea Pirlo, Claudio Marchisio serta Antonio Candreva. Mario Balotelli masih menjadi andalan Gli Azzurri di lini serang.

Sementara itu, pelatih Kosta Rika, Jorge Luis Pinto, memainkan pola 4-5-1. Dengan menumpuk banyak gelandang di lini tengah memungkinkan timnya untuk meredam alur bola Italia yang sangat bergantung dari Andrea Pirlo.

Joel Campbell yang mencetak satu gol di laga pembuka, kembali dipercaya sebagai juru gedor Kosta Rika.

Sepanjang 90 menit waktu normal, kedua tim bermain terbuka. Jual beli serangan diperagakan kedua tim. Kosta Rika memang kalah dalam pengusaaan bola, namun mereka lebih efektif dalam melakukan serangan. Buktinya, dari sembilan percobaan, ada lima yang on target dan satu jadi gol lewat usaha Bryan Ruiz.

Italia yang mencatat 59 persen ball possession hanya mampu menghasilkan empat shoots on goal. Dengan hasil ini, maka Kosta Rika mengoleksi nilai enam sedangkan Italia nilai tiga.

Hasil pertandingan ini berdampak pada tersingkirnya timnas Inggris yang kalah 2-1 dari Uruguay di pertandingan sebelumnya.

Sedangkan Italia dan Uruguay akan berjibaku di partai terakhir untuk menentukan pendamping Kosta Rika di babak perdelapan final.

Mengomentari keberhasilan tim yang diasuhnya, Pelatih Kosta Rika Luis Pinto seperti dikutip Sky Sport mengatakan, “Mungkin banyak orang yang tak percaya kepada kekuatan kami karena kami tergabung dalam grup neraka.”

“Tapi neraka itu milik tim lain dan kematian ada di pihak mereka. Kamilahi melaju ke babak selanjutnya,” ucap dia.

Kosta Rika baru lolos empat kali ke putaran final Piala Dunia. Prestasi tertinggi yang pernah ditorehkan adalah mencapai babak 16 besar 1990.

 

Prancis Gilas Swiss 5-2

swissvsprancisiDi pertandingan lainnya di Grup E, Prancis tampil gemilang saat menghadapi Swiss. Les Bleus menang telak 5-2 atas La Nati.

Seperti yang dilaporkan detik.com, pada game yang dihelat di Arena Fonte Nova, Sabtu (21/6/2014) dinihari WIB, Prancis sudah unggul tiga gol tanpa balas di babak pertama lewat Olivier Giroud, Blaise Matuidi, dan Mathieu Valbuena.

Di babak kedua Prancis menambah dua gol lagi lewat Karim Benzema dan Moussa Sissoko. Dua gol hiburan Swiss dicetak Blerim Dzemaili dan Granit Xhaka.

Masih di Grup E, Ekuador yang dalam pertandingan perdananya dikalahkan Swiss, menghidupkan peluang mereka untuk lolos dari babak grup Piala Dunia 2014. Pada pertandingan kedua, Ekuador mengatasi perlawanan Honduras dengan skor 2-1. Enner Valencia memborong dua gol La Tri.

Berhadapan dengan Honduras di Arena da Baixada, Curitiba, Sabtu (21/6/2014) pagi WIB, Ekuador tertinggal lebih dulu. Gol Carlo Costly membawa Honduras memimpin 1-0.

Tapi, tak berselang lama, Ekuador mampu menyamakan kedudukan. Sontekan Valencia berbuah gol dan mengubah skor menjadi 1-1. Kedudukan ini bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Ekuador berhasil mencetak satu gol tambahan. Valencia kembali mencatatkan namanya di papan skor dan memastikan timnya meraih poin penuh.

Dengan hasil ini, Ekuador naik ke posisi kedua klasemen Grup E dengan tiga poin dari dua laga. Mereka ada di bawah Prancis yang punya enam poin. Di posisi ketiga ada Swiss yang punya tiga poin tapi kalah selisih gol dari Ekuador. Sementara itu, Honduras yang belum mendapatkan poin terpuruk di posisi terbawah.

Di grup ini, Honduras sudah pasti tersisih. Peluang terbesar tentu ada pada Prancis. Akan tetapi, jika dalam pertandingan terakhir nanti mereka kalah telak dari Ekuador, dan Swiss juga berhasil menundukkan Honduras dengan skor besar, Prancis juga akan tetap gagal ke babak selanjutnya. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL