spanyolvschileiRio De Janeiro, LiputanIslam.com, –Spanyol mengulang nasib Prancis, Italia, dan Brasil, menjadi juara bertahan Piala Dunia yang tumbang di babak penyisihan. Dalam laga kedua yang dihelat di Stadion Maracana Kamis (19/6) dini hari, tim peringkat pertama dunia itu tumbang di tangan Chile 0-2.

Seperti yang diberitakan detik.com, Spanyol mengawali laga dengan tak mulus karena ditekan Chile yang langsung menyerang. Kemelut di kotak penalti Spanyol pada menit pertama nyaris membuat gawang Iker Casillas bobol namun bola mengenai paha Jordi Alba dan menghasilkan tendangan penjuru.

Dari situasi sepak pojok di menit kedua itu, Chile mendapat peluang dari sundulan Gonzalo Jara yang masih melayang di atas mistar.

Peluang pertama Spanyol hadir di menit 15 ketika tembakan Xabi Alonso dari jarak dekat masih mampu dihadang Claudio Bravo.

Di menit 20 Spanyol tertinggal lebih dulu setelah serangan balik Chile mampu membongkar pertahanan mereka. Bola kemudian didapat Charles Aranguiz yang mengoper kepada Eduardo Vargas yang dengan dingin mengecoh Casillas dan menyonteknya ke gawang.

Enam menit setelahnya Diego Costa mendapat peluang di depan gawang lewat sepakan yang diarahkan ke tiang dekat namun bola masih menyasar sisi gawang.

Keunggulan Chile bertambah dua menit jelang turun minum usai Aranguiz menjebol jala Casillas lewat sepakan terukur ke tiang dekat menyusul bola rebound free kick Alexis yang ditepis Casillas.

Skor 2-0 jadi penutup babak pertama untuk keunggulan Chile.

Tiga menit selepas jeda Costa mendapat umpan terobosan di depan gawang Chile. Tapi ia terlalu lama menahan bola dan pemain Chile dengan cepat memblok jalur tembakan Costa.

Sergio Busquets punya peluang emas mencetak gol di menit 53 andaikan ia lebih tenang mengeksekusi bola di depan gawang menyusul umpan tendangan akrobatik Costa. Sayang Busquets malah mengarahkan bola ke samping dan buka ke dalam gawang.

Isla nyaris mencetak gol ketiga Chile di menit 68 ketika ia menyambut bola yang mengarah ke tiang jauh. Meski gawang sudah kosong, bola tembakan Isla melayang di atas mistar.

Tandukan Santi Cazorla di menit 80 masih bisa dibendung oleh Bravo dan berujung sepak pojok. Bravo kembali mengagalkan peluang Spanyol di menit 84 lewat sepakan Iniesta dari luar kotak penalti.

Hingga laga berakhir skor tak berubah dan hasil ini pun mengirim Spanyol pulang ke negaranya.

Dengan hasil ini, Spanyol masih gagal meraih poin, karena dalam pertandingan sebelumnya juga kalah telak 1-5 dari Belanda. Satu pertandingan tersisa melawan Australia sama sekali tidak berpengaruh terhadap peluang mereka untuk maju ke babak berikutnya.

Dari grup B yang disebut-sebut sebagai grup ‘neraka’ ini, dua tim Belanda dan Chile sudah dipastikan maju ke babak berikutnya. Pertandingan kedua tim nanti hanya akan menentukan juara grup.

Belanda pada pertandingan yang dihelat beberapa jam sebelumnya, menang tipis 3-2 atas wakil Zona Asia Australia.

Nasib yang dialami Spanyol sebagai juara bertahan yang gagal lolos dari babak grup ini mengulang apa yang menimpa tiga juara dunia lainnya. Pada tahun 1966, Brasil yang menjadi juara di edisi Piala Dunia 1962 terhenti di babak pertama. Hal yang sama juga menimpa Prancis yang menjadi kampiun tahun 1998, lalu gagal di 2002. Italia juga tahun 2010 lalu terhenti di babak grup, padahal Gli Azuri adalah juara tahun 2006.

Hantam Kamerun 4-0, Kroasia Menjaga Asa

kroasiaPada pertandingan lainnya di grup A, Kroasia menghidupkan peluangnya untuk lolos dari babak grup Piala Dunia 2014. Pada pertandingan kedua, tim asuhan Niko Kovac itu meraih kemenangan telak atas Kamerun dengan skor 4-0.

Sebagaimana yang dilaporkan detik.com, bertanding di Arena Amazonia, Manaus, Kamis (19/6/2014) pagi WIB, Kroasia unggul satu gol pada babak pertama. Gol tersebut tercatat atas nama Ivica Olic.

Pada babak ini pula, pemain Kamerun Alex Song yang juga bermain di klub elit Barcelona, mendapatkan kartu merah. Situasi ini memudahkan Kroasia untuk menggempur Kamerun setelah turun minum. Hasilnya, Kroasia mencetak tiga gol tambahan melalui Ivan Perisic dan dua gol Mario Mandzukic.

Dengan hasil ini, Kroasia menempati posisi ketiga klasemen Grup A dengan poin tiga, di bawah Brasil dan Meksiko yang sama-sama punya poin empat. Sementara itu, Kamerun yang berada di posisi terbawah dipastikan tersingkir karena belum mendapatkan poin.

Pada pertandingan terakhir grup, Brasil akan menghadapi Kamerun, sementara Kroasia akan menghadapi sebuah laga penentuan. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL