timnas iranTeheran, LiputanIslam.com, –Untuk level Asia, tak ada yang meragukan bahwa timnas sepakbola Iran adalah salah satu raksasa yang konsisten berada di level tertinggi. Iran adalah juara tiga kali Piala Asia, dan pernah berkiprah di putaran final Piala Dunia tiga kali. Tahun ini adalah keikutsertaan yang keempat kalinya.

Para pemainnya pun banyak yang berkiprah di klub-klub papan atas Eropa. Kita tentu saja masih ingat bagaimana generasi emas Iran di pertengahan tahun 90-an yang membumbung tinggi di jagat sepakbola Asia. Ada Ali Daei (Bayern Muenchen), Karim Bagheri (Charlton), dan Khodadad Azizi (Koln). Disambung dengan Ali Karimi (Muenchen) dan Mahdavikia (Hamburg). Terakhir, ada Javad Nekounam yang sempat beberapa tahun menjadi playmaker andalan klub La Liga Ossasuna.

Akan tetapi,untuk level dunia, Iran masih harus bekerja keras agar bisa berbicara banyak. Sebagai catatan penting, sejak keikutsertaannya di tiga Piala Dunia yakni pada tahun 1978, 1998 dan 2006, langkah tim ini selalu terhenti di babak penyisihan grup saja.

Timnas Iran memulai debut Piala Dunia pada tahun 1978 di Argentina. Keberhasilan menembus Piala Dunia untuk pertama kalinya tersebut didapatkan Iran tatkala berhasil mengalahkan Timnas Australia di babak kualifikasi. Namun ketika sudah sampai di putaran final Piala Dunia, Iran harus mengakui keunggulan atas Timnas Belanda dan Peru. Di laga penutup, Iran sempat berhasil menahan imbang Skotlandia.

Di kancah Piala Dunia 1998 Perancis, Iran dengan generasi emasnya berhasil tampil lebih baik. Di babak penyisihan grup, pada pertandingan perdana, Iran kalah tipis 1-0 dari Timnas Yugoslavia. Di laga berikutnya, Iran membuat sebuah kejutan dengan mengalahkan Amerika Serikat 2-1. Kemenangan tersebut merupakan kemenangan pertama Iran di putaran final Piala Dunia. Di partai terakhir, mereka dihempaskan Jerman 2-0. Tahun itu, Iran hanya bercokol di posisi tiga grup, di bawah Jerman dan Yugoslavia yang lolos ke babak berikutnya.

Iran kembali lolos ke putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman. Tim ini kembali gagal mengukir prestasi lantaran kalah atas laga pembuka atas Meksiko dengan skor 1-3. Kontra Portugal, Iran harus menyerah dengan skor 2-0, dan di laga terakhirnya melawan Timnas Angola, Iran hanya bisa bermain imbang 1-1.

Dan di Piala Dunia 2014 kali ini, Iran kembali berhasil lolos ke putaran final. Di bawah pelatih Carlos Queroz asal Portugal, Iran berhasil menjadi salah satu dari empat negara Asia yang lolos ke putaran final. Akan tetapi, perjuangan Iran diprediksi sangat berat lantaran di grup F, Iran akan bersua Nigeria, Bosnia Herzegovina dan Argentina.

Banyak pengamat yang memprediksi Iran akan kembali gagal lolos dari babak penyisihan grup. Argentina jelas ada di urutan pertama kandidat tim yang akan lolos ke babak enam belas besar. Di skuat Biru-Putih Argentina ada megabintang Lionel Messi. Ditambah dengan deretan bintang-bintang lainnya seperti Sergio Aguero, Angel di Maria, Macherano, dll.

Di urutan kedua sebagai tim unggulan adalah Bosnia-Herzegovina. Siapa tak kenal Edin Dzeko yang baru saja mengantar klub kaya raya Manchester City meraih gelar juara Liga Primer Inggris?

Bahkan dibandingkan Nigeria pun Iran masih tidak diunggulkan. Salah satu wakil Afrika ini tak pernah berhenti melahirkan bintang-bintang terang. Untuk Piala Dunia kali inipun, Afrika masih diperkuat para pemain hebat. Ada John Obi Mikel, Victor Moses dan topskor Nigeria di turnamen Piala Afrika, Emmanuel Emenike yang baru saja sembuh dari cedera

Mampukan Iran lolos dari rintangan yang amat sulit ini demi mengukir prestasi lolos ke perdelapan final? Kita tunggu saja kiprah mereka.

Sanksi Nuklir

Upaya Iran untuk berprestasi di Piala Dunia Brasil juga menemui hambatan lain, yang sama sekali tidak ada berhubungan langsung dengan sepakbola: sanksi nuklir. Sanksi internasional terkait program nuklir Iran dikatakan telah membayang-bayangi tim nasional negara tersebut.

Awal bulan ini, terbetik berita bahwa Queiroz dan sejumlah pemainnya mengeluhkan, betapa peralatan olahraga yang dipasok pabrikan Jerman Uhlsport tidak mencukupi, dan sepatu-sepatu yang ada terlalu kecil serta kaus kaki yang mereka terima menciut. Sejumlah pihak mengaitkan masalah ini dengan sanksi internasional yang masih dihadapi Iran. Akan tetapi, Uhlsport dan Federasi Spakbola Iran menepis tudingan-tudingan tersebut.

“Memang benar bahwa kami memiliki masalah-masalah keuangan. Namun, jika Queiroz menginginkan, kamp-kampnya kami telah mempersiapkan sepenuhnya untuk mengorganisir mereka,” kata Presiden Federasi Sepak Bola Iran Ali Kafashian kepada Kantor Berita Mehr. (by/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL