madrid championsLisabon, LiputanIslam.com–-Tiga gol yang disarangkan Gareth Bale, Marcelo dan Cristiano Ronaldo pada babak perpanjangan waktu, memastikan kemenangan Real Madrid atas klub sekota, Atletico Madrid, dalam final Liga Champions Eropa yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Minggu (25/5/2014) dinihari WIB. Ketiga gol itu melengkapi gol penyama kedudukan yang dicetak oleh bek Sergio Ramos pada mas injury-time. Dengan kemenangan ini, Madrid resmi menasbihkan dirinya sebagai raja Eropa. Ini adalah gelar kesepuluh klub bertabur bintang tersebut di ajang Piala Champiosn

Kemenangan yang didapat oleh Madrid ini bisa dikatakan sangat dramatis.Madrid nyaris saja harus mengakui keunggulan Atletico. Skuad asuhan Diego Simeone itu hampir saja merayakan kemenangannya jika Sergio Ramos tidak mencetak gol ketika masa injury time babak kedua telah berjalan tiga menit.

Ramos berhasil membuat skor berubah menjadi imbang 1-1 setelah ia berhasil memanfaatkan tendangan sudut dari Luka Modric. Posisinya yang berdiri bebas berhasil menyarangkan bola lewat tandukan kepalanya. Gol dari Ramos itulah yang kemudian memaksa Atletico harus melanjutkan pertandingan hingga 2×15 menit.

Selama 90 menit waktu normal, Atletico memimpin lewat gol yang dicetak oleh Diego Godin di menit ke-36. Hingga masa waktu normal 90 menit tersebut, para pemain Atletico terlihat begitu disiplin menjaga lini pertahanan mereka.

Kekalahan ini membuat Atletico harus memupus impiannya untuk menyandingkan gelar La Liga Spanyol dengan Liga Champions. Sementara itu Madrid tercatat menjadi tim pertama yang berhasil mengalahkan Atletico di pentas Liga Champions musim ini. Bagi Madrid, kemenangan dari Liga Champions ini membuat pencapaian besar bagi mereka.

Dalam laga ini, dua pemain Muslim Real Madrid, yaitu Karim Benzema dan Sami Khedira, dipasang oleh pelatih Carlo Anceloti sebagai starter line-up. Tapi, keduanya diganti di babak kedua. Striker timnas Perancis Benzema digantikan oleh Alvaro Morata pada menit 79, sedangkan Sami Khedira, gelandang timnas Jerman yang baru saja pulih dari cedera, digantikan oleh Isco pada menit 58.

Turut juga memberikan andil dalam keberhasilan Real Madrid kali ini adalah mantan mega bintang klub tersebut, yaitu Zinedine Zidane. Muslim berkebangsaan Perancis itu saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Anceloti. Setelah pensiun dari sepakbola, Zidane sempat beberapa tahun masuk ke dalam jajaran direktur teknis Real Madrid

La Decima

Keberhasilan El-Real untuk menjuarai Piala Champions tahun ini adalah kesukesan meraih mimpi yang terpendam selama dua belas tahun. Penantian 12 tahun Real Madrid untuk kembali menjuarai Liga Champions akhirnya tuntas. Sukses menjungkalkan Atletico Madrid dengan skor 4-1 juga berbuah La Decima yang sudah sangat diidamkan.

Keberhasilan menjuarai Liga Champions menyudahi penantian panjang Madrid untuk kembali jadi raja Eropa, yang terakhir mereka raih di musim 2001/2002. Lebih jauh lagi, trofi musim ini menandai capaian luar biasa El Real di Liga Champions karena ini merupakan titel mereka nomor 10, atau yang dikenal dengan La Decima.

Madrid sudah mengampanyekan La Decima sejak mereka meraih titel di 2002 silam. Ratusan juta Euro sudag digelontorkan demi mewujudkan target tersebut. Puluhan bintang sudah datang dan pergi, pun begitu dengan para pelatih top dunia mulai dari Fabio Capello, Manuel Pellegrini sampai Jose Mourinho.

Titel ke-10 ini semakin mengukuhkan Madrid sebagai klub tersukses di Eropa. Mereka meninggalkan AC Milan yang sejauh ini baru mengoleksi tujuh gelar. (by/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL