greysia-poliiIncheon, LiputanIslam.comMedali emas yang dinanti-nantikan itu akhirnya dicatatkan oleh wakil Indonesia pada perhelatan Asian Games XVII Inceon Korea Selatan. Dan untuk kali pertama kalinya, “Indonesia Raya” berkumandang.Prestasi tersebut ditorehkan oleh dua srikandi pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di cabang bulutangkis.

Di nomor perorangan, Greysia/Nitya yang sebelumnya tak dibebani target medali emas, dengan gagah berani menundukkan pasangan Jepang, Ayaka Takahashi/Misaki Matsumoto, via kemenangan dua set langsung, 21-15 dan 21-9 di partai final.

Greysia/Nitya memang pahlawan yang tak diduga akan menorehkan sejarah. Di tengah keterpurukan bulutangkis (khususnya di sektor puteri), dan juga di tengah kegagalan cabang olahraga lainnya dalam merealisasikan terget-terget, keduanya muncul sebagai penyelamat.

Juga patut dicatat bahwa medali emas dari nomor ganda puteri ini terakhir kali direbut atlet Indonesia 36 tahun yang lalu, saat pasanganh legendaris Verawaty Fajrin/Imelda Gunawan membukukannya pada Asian Games 1978.

Haru disertai mata yang berkaca-kaca nampak di wajah Greysia/Nitya ketika berdiri di podium pertama, sembari menyaksikan sang saka Merah-Putih, dikerek paling tinggi di Gyeyang Gymnasium.

“Kami bersyukur kepada Tuhan, akhirnya kami berhasil setelah bertahun-tahun kami belajar bahwa sangatlah sulit mengalahkan mereka yang tidak mudah menyerah. Jadi, kami lebih tidak mudah menyerah lagi sampai kami mendapatkan tujuan kami,” ujar Greysia, seperti dikutip situs resmi PBSI, Minggu (28/9/2014).

“Kami tidak dapat menggambarkan perasaan kami saat ini, kami sangat bahagia untuk kami, pelatih, keluarga dan untuk masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Nitya juga menyampaikan terima kasihnya kepada setiap pihak yang punya peran dalam membangun kepercayaan diri mereka dalam berbagai bentuk dukungan.

“Kemenangan ini kami persembahkan untuk Tuhan, keluarga, pelatih, dan PBSI yang tak pernah lelah memberikan dukungan kepada kami dan memberi kepercayaan kepada kami,” ujar Nitya.

Terkait dengan perjuangan atlet Indonesia lainnya, Greysia berharap, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang bakal berlaga di final pada Minggu (28/9/2014) pukul 19.00 waktu Incheon (17.00 WIB), akan juga menyempurnakan kegemilangan prestasi Indonesia di cabang ini.

“Kami sangat senang bisa menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia. Semoga cabang bulu tangkis akan menghasilkan medali emas lagi dari nomor ganda putra dan ganda campuran,” kata Greysia, usai pertandingan.

“Kami yakin semua rekan-rekan kami akan memberikan perjuangan semaksimal mungkin untuk meraih medali yang telah ditargetkan. Walaupun lawannya tidak mudah, saat kita berjuang mati-matian, pasti ada jalan,” Nitya menambahkan.

Selain Hendra/Ahsan yang akan bertarung di laga final, Indonesia juga masih berharap medali emas kepada dua ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. Keduanya hari Minggu (28/9/2014) akan berjuang di babak semifinal.

Tontowi/Liliyana maju ke babak empat besar usai mengalahkan wakil tuan rumah, Shin Baek Cheol/Chang Ye Na, 19-21, 21-16, 21-9. Sedangkan Praveen/Debby menuntaskan perlawanan pasangan unggulan keempat, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, dengan skor 21-9, 9-21, 21-15. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL