foto: kompas.com

foto: kompas.com

Purwakarta, LiputanIslam.com – Purwakarta tengah berbahagia karena beberapa anak-anak yang berkompetisi dalam gelaran internasional berhasil mendudukan Indonesia pada posisi ketujuh dunia mengalahkan Afrika Seltan dan Negara yang pernah memenangi piala dunia Prancis. 12 anak kampung di kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tersebut berlaga mewakili Indonesia dalam final Danone Nation Cup (DNC) 2014.

Meskipun memilki postur tubuh yang kecil dibandingkan rivalnya dari berbagai negara, namun tak membuat nyali mereka ciut. Bahkan dengan postur tubuh bukan halangan untuk membungkam negara-negara yang langganan memboyong piala DNC seperti Afrika Selatan dan Prancis. Asal tahu saja bahwa selama ini Prancis adalah negara yang paling disegani dan ditakuti lawan dalam ajang DNC 2014. Namun begitu, anak-anak Indonesi berhasil mengalahkan Prancis melalui drama adu pinalti.

Kiprah Garuda Muda disorot rival lainnya setelah meraka berhasil menekuk Afrika Selatan dan Prancis. Bahkan pelatih Prancis sampai menjuluki merka dengan ‘Superkids Indonesia’ seperti dituturkan oleh pelatih Indonesia M.Ridwan dalam laporan kompas.com.

Anak-anak yang tergabung dalam sekolah sepak bola (SSB) Asad 313 Purwakarta asuhan Manajer Alwi, pelatih M Ridwan, dan Kepala SSB Asad, Ahmad Arif Imamulhaq. Alwi dan dan M Ridwan bahu membahu mengumpulkan talenta muda dari berbagai pelosik di Jawa Barat. Persis sama seperti yang telah dilakukan oleh mantan pelatih timnas muda Indra Sjafrie.

Dari beberapa talenta muda tersebut sebagain merupakan anak-anak yang kurang mampu. Meskipun demikian semangat mereka dalam berlatih mendapat pujian dari manager dan pelatihnya. Bahkan disaat porsi latihan masih kurang, mereka sendiri yang proaktif untuk meminta tambahan latihan. Semua mereka lakukan demi mengharumkan nama Purwakarta dan Indonesia serta membanggakan keluarga mereka masing-masing.

Sebelum terbang ke Brasil mereka telah memenangi 11 turnamen dari 16 turnamen yang diikuti. Dengan demikian Asad berhasil menjadi jawara Danone Cup dan diberangkatkan pada ajang internasional perdananya di Sao Paulo, Brasil, 14-16 November 2014 lalu.

Meskipun tidak menjadi juara dunia, perjuangan anak-anak Indonesia hingga peringkat ke tujuh sepak bola dunia 2014 merupakan kebanggaan tersendiri karena mereka meraihnya dengan kerja keras dan mampu mengalahkan negara-negara raksasa sepakbola dunia.

Atas prestasi tersebut, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memberikan beasiswa pada anak-anak hingga 10 tahun mendatang. Hal tersebut merupakan komitmen Pemkab Purwakarta dalam menyiapkan generasi emas sepak bola Indonesia dimasa mendatang. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL