taichi-illustrasi

taichi-illustrasi

Taipei, LiputanIslam.com–Status sebagai pekerja migran atau tenaga kerja wanita (TKW) tidak menghalangi Eulis Komariah untuk mengharumkan nama Indonesia. Eulis berhasil menjadi pemenang di Kejuaraan Dunia Taichi di Taipei, Taiwan, pada 18-19 Oktober 2014 dengan memborong tiga medali emas dan satu medali perak.

Perempuan berusia 46 tahun yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Pingtung County itu meraih empat keping medali dari peragaan 37 jurus dan 13 jurus pada bagian putri.

“Saya hanya punya kesempatan berlomba sehari saja. Mungkin kalau dari kemarin, saya bisa meraih empat medali emas,” ujar ibu dua anak yang berasal dari Bandung, Jawa Barat, itu.

“Saya bahagia sekali bisa mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan dunia ini,” ujarnya seusai memeragakan beberapa jurus taichi di ajang “The Fifth World Cup Taichi Chuan Championship” yang diikuti peserta dari sejumlah negara termasuk Taiwan sebagai tuan rumah di Taipei Arena itu, Minggu.

Prestasi Eulis pada tahun ini lebih bagus karena pada kejuaraan yang sama di Touyuan, Taiwan, dua tahun lalu hanya mendapatkan dua medali perak.

Di sela-sela kesibukannya merawat orang tua jompo di kota pelabuhan yang berjarak sekitar 300 kilometer arah selatan Ibu Kota Taiwan di Taipei itu, dia mengajarkan jurus-jurus taichi kepada para nelayan asal Indonesia.

Taichi bukan sekadar olahraga bela diri, lanjut dia, melainkan juga salah satu seni olah pernafasan yang berkembang di Tiongkok sejak dahulu kala.

“Saya belajar taichi sejak 3,5 tahun yang lalu dari majikan saya di Pingtung,” ujar Eulis yang sudah tujuh tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Taiwan itu.

Sepulangnya dari Taiwan, dia bertekad akan mengembangkan ilmu bela diri khas masyarakat Tiongkok itu di Tanah Air. “Saya ingin ada bibit-bibit atlet taichi di Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip Antara.com. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL