angkatbesiJakarta, LiputanIslam.com– Mengangkat beban yang sangat berat tentu saja memerlukan energi yang tak sedikit. Terkait aktivitas latihan di bulan ramadan, pelatnas angkat besi tim Indonesia memberi kebebasan memilih bagi para atletnya.

Pelatnas angkat besi memang tetap intensif karena event yang disasar, Olimpiade, tinggal dua bulan lagi. Konsekuensinya, atlet dan pelatih harus pintar-pintar menjaga kondisi terutama fisiknya.

Meski demikian, menurut pelatih kepapa Dirdja Wihardja, situasi ini bukanlah yang pertama, Ia percaya, atlet-atletnya sudah berpengalaman menghadapinya.

“Saya tidak pernah melarang atlet untuk tidak berpuasa. Saya membebaskan semua kepada atlet. Eko Yuli, misalnya, sejak 2014 tidak pernah absen puasa. Tinggal dari sisi kitanya, pelatih, harus memperhatikan menu-menu buka puasa dan sahurnya,” kata Dirdja kepada detikSport, Jumat (10/6/2016).

Dirdja mencontohkan, atlet yang berpuasa dilarang mengonsumi camilan gorengan saat berbuka. Juru masak juga diberi mandat khusus untuk memerhatikan betul-betul takaran kalori dan gizi dalam setiap masakan untuk para lifter.

“Di waktu berbuka, kami tidak menyediakan mereka goreng-gorengan. Biasanya kalau buka puasa memang enaknya seperti itu. Tapi untuk persiapan Olimpiade yang menyisakan sekitar 57 hari lagi, kami ingin lebih prepare lagi. Artinya lebih dimaksimalkan lagi nutrisinya. Kadar garam dalam makanan juga mulai dikurangi,” tambahnya.

Penyesuaian lain adalah, jika sebelumnya atlet diberi asupan tiga suplemen, kali ini ditambah menjadi lima, khususnya bagi yang berpuasa.

“Suplemen ini satu sachet berisi 10 butir, yang terdiri dari banyak vitamin, zat besi, protein dan segala macam. Suplemen ini bagus dikonsumsi atlet setelah sahur agar saat latihan si atlet tidak begitu nge-drop,” Dirdja menjelaskan

Selain itu jadwal latihan pun diubah. Biasanya pelatnas dilakukan dalam dua seri, yakni pukul 9 pagi dan 7 malam. Sejak masuk ramadan, sesi malam digeser menjadi sore hari.

Dirdja merasakan bahwa puasa memberi keuntungan tersendiri bagi si atlet, hanya memang harus diiringi pola makan buka puasa dan sahur yang baik. (ra/detik.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL