rio-haryantoBarcelona, LiputanIslam.com–Meski sudah berhasil mengumpulkan komitmen bantuan dana untuk keikutsertaan dalam kejuaraan Formula One (F1), keikutsertaan pebalap Rio Haryanto masih tanda tanya. Pasalnya, Tim Formula One (F1) Manor Grand Prix Racing Limited belum mengumumkan pembalap utamanya musim ini.

Mengutip dari Auto Motor (20/2/2016), kepastian Rio untuk berkompetisi di F1 masih tanda tanya. Pasalnya pembayaran 15 juta euro atau sekira Rp230 miliar belum dibayarkan ke pihak Manor. Kans Rio bisa terbuka lebar karena memiliki dana yang kuat dari beberapa sponsor.

Tim yang musim lalu berada di posisi buncit klasemen F1 tersebut kerap mengundurkan jadwal pengumuman pembalap mereka. Padahal, mereka dijadwalkan akan melakukan uji coba di Barcelona pada 22 Februari 2016.

Dana Pertamina Belum Cair
Pertamina sebagai sponsor utama Rio hingga kini belum mencairkan bantuannya. Menurut Pertamina, pihaknya masih menunggu bukti penyetoran dari manajemen Rio Haryanto kepada tim Manor sebelum mencairkan bantuan dana sebesar 5 juta euro atau sekitar Rp 75 miliar agar Rio bisa tampil pada ajang balapan Formula One (F1).

“Kami sebenarnya menunggu komitmen dari Manajemen Rio Haryanto soal kepastian apakah ia benar-benar terdaftar dalam line-up pebalap tim Manor,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, kepada Juara, di Hotel Kartika Chandra, seperti dikutip Juara.net, Rabu (10/2/2016).

Pihaknya sudah siap mencairkan dana tersebut jika Kiki selaku pihak manajemen menyerahkan bukti autentik yang menunjukkan Rio sudah resmi bergabung dengan Manor.

“Kami tidak ingin mempersulit manajemen Rio, tetapi ini merupakan sistem yang harus kami lakukan. Jika sudah pasti, kami tinggal mencairkan,” ujar Wianda.

Wianda mengaku terkejut dengan nasib Rio yang masih belum jelas dengan tim Manor.

“Seharusnya keputusan nasib Rio ditentukan pekan lalu ya. Kami prihatin dengan kondisi tersebut. Upaya Rio sebenarnya tinggal selangkah lagi dan kami menantikan momen tersebut,” tutur Wianda.

Tahun ini, Pertamina selaku sponsor utama pebalap asal Solo tersebut telah meningkatkan jumlah bantuan dari 2 juta euro pada tahun lalu menjadi 5 juta euro tahun ini.

“Tetapi, kami menyadari spesifikasi di GP2 dan F1 tentu berbeda. Meskipun kami menaikkan jumlah bantuan pasti masih banyak dana yang dibutuhkan Rio,” ucap Wianda.

Dana APBN Untuk Rio
Kemenpora juga memberikan bantuan dana untuk Rio, meskipun mendapatkan kritik dari masyarakat karena dana itu diambil dari APBN. Bantuan ini, menurut Kemenpora, tidak hanya untuk bisa tampil di kejuaraan Formula 1, namun juga bagian dari promosi Indonesia dikancah internasional.

“Bantuan untuk atlet pribadi memang terlihat njomplang, padahal banyak atlet yang membutuhkan. Tapi mari kita berfikir secara luas. Ini adalah kesempatan untuk promosi kita,” kata Staf Khusus Menpora Bidang Olahraga, M Khusen Yusuf di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Selasa.

Promosi yang dimaksud, kata dia, ada dua peluang yang akan dibicarakan. Yang pertama untuk pengenalan pariwisata Indonesia dengan tagline “Wonderful Indonesia”.

Selain itu, juga bisa untuk promosi Asian Games 2018, di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah.

“Jika terpasang di mobil Rio maka akan terpublikasi selama satu musim. Dampaknya akan signifikan dengan Rp100 miliar itu. Kenapa signifikan? Hal seperti ini juga sudah dilakukan oleh Malaysia,” ucapnya, menambahkan.(dw/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL