foto kompas.com

foto kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Skema pendanaan penyelenggaraan ajang Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan di Palembang mulai dibahas oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudyaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Keuangan, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olimpiade Asia (OCA).

Rita Subowo yang juga menjabat sebagai ketua umum KOI mengatakan penentuan anggaran sudah mendekati batas akhir. KOI meminta skema anggaran dibuat semudah mungkin bagi panitia untuk digunakan dan transparansi yang disyaratkan dalam kode OCA seperti dilansir dari tribunnews.com.

Direktur OCA, Husain Al-Musallam di tempat yang sama mengatakan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia akan menjadi penyelenggaraan yang lebih hemat dibandingkan dengan Asian Games 2010 Guangzhou dan Asian Games 2014 Incheon. Ia mengatakan pendanaan bisa dihemat hingga 30 % dari Asian Games sebelumnya.

Kunjungan pria asal Kuwait, Al-Musallam ke Indonesia bukan hanya melihat komitmen pemerintah dari pendanaan anggaran tetapi juga melihat komitmen Indonesia secara keseluruhan mengenai penyelenggaraan Asian Games, sekaligus mempersiapkan kunjungan presiden OCA pada 7 Januari mendatang.

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga saat rapat di Bappenas baru menyetujui penambahan anggaran dalam Anggran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 untuk membayar uang komitmen sebesar 15 juta dolar Amerika dan deposit sebesar 2 juta dolar Amerika.

Imam menegaskan bahwa dana 2 juta dolar Amerika nantinya akan dikembalikan ke Indonesia bila tidak ada keperluan mendesak.

Sedangkan menurut Rita, dana 15 juta dolar Amerika merupakan bentuk komitmen pemerintah yang akan dikembalikan kepada tuan rumah dalam bentuk program asistensi dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL