aljazairAljir, LiputanIslam.com, –Hampir mustahil ada penggemar sepakbola yang tak kenal Zinedine Zidane. Bintang sepakbola Perancis ini adalah legenda hidup yang membawa negaranya menjadi kampiun Piala Dunia untuk pertama kalinya pada tahun 1998.
Bagaimana dengan Karim Benzema? Penggila bola juga pasti mengenalnya dengan baik. Predator di dalam kotak penalti lawan ini adalah kompatriot Zidane. Ia baru saja mengantar Real Madrid menjuarai Piala Champions Eropa.

Yang juga cukup banyak diketahui oleh khalayak pecinta sepakbola adalah bahwa keduanya berasal dari keluarga imigran. Keluarga kedua maestro sepakbola berasal dari Aljazair, sebuah Negeri Arab Muslim yang terletak di kawasan utara Benua Afrika.

Zidane dan Benzema menjadi contoh mengenai cukup banyaknya talenta sepakbola Peracis yang berasal dari Aljazair. Negeri ini menjadi penyuplai sejumlah pemain yang berkiprah di klub bahkan timnas Perancis.

Banyaknya imigran Aljazair di Prancis ternyata berpengaruh besar dalam perkembangan sepak bola di negara ini. Buktinya, tahun 2014 ini, Aljazair kembali lolos untuk keempat kalinya ke putaran final Piala Dunia Brasil.

Menghadapi Piala Dunia di Brasil awal Juni ini, sebagian besar anggota timnas Aljazair adalah pemain-pemain kelahiran Prancis dan sejak kecil sudah dibina di klub-klub profesional Eropa. Mendapat panggilan tanah leluhur, mereka pun siap membuat kejutan di Brazil dengan kualitas sepak bola layaknya tim-tim Eropa. Bahkan banyak juga di antara mereka yang pernah memperkuat tim junior Prancis, kemudian di tingkat senior memilih untuk memperkuat tim negri asalnya.

Salah satu pemain kelahiran Prancis yang diharapkan bersinar untuk Aljazair di Piala Dunia 2014 ini adalah Nabil Bentaleb. Meski usianya baru 19 tahun, Bentaleb mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Aljazair Vahid Halihodzic untuk memperkuat lini tengah.

Karir Bentaleb dapat disebut meroket sangat cepat. Enam bulan lalu ia masih menjadi anggota tim junior klub Inggris Tottenham Hotspur. Kini ia bakal tampil di Piala Dunia bersama tim nasional Aljazair.

Pemain kelahiran Lille, Prancis ini sejak kecil sudah berkiprah di berbagai klub Eropa, dengan berbagai suka dan dukanya.

“Saya telah melalui jalan yang sulit sebelum sampai ke tempat sekarang ini,” kata Bentaleb seperti dikutip Reuters.

Ia menceritakan bagaimana ia beberapa kali ditolak klub-klub dalam kurun waktu yang singkat. “Saya sempat berpikir apakah menyerah atau tetap mencoba untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka salah,” kata Bentaleb yang juga pernah masuk tim U-19 Pracis sebelum memutuskan pindah status ke Aljazair, mengikuti orang tuanya.

“Saya bangga bisa memperkuat tim Aljazair” ujarnya.

Pelatih Halihodzic juga memasang pemain kelahiran Prancis lainnya seperti Riyad Mahrez (Leichestera) dan Rafik Djebbour (Nottingham Forest).

Tim Aljazair dengan “aroma” Perancis inilah yang akan bersaing dengan Belgia, Rusia, dan Korea Selatan di Grup H Piala Dunia 2014. Empat tahun lalu Aljazair juga lolos ke putaran final Piala Dunia, tapi tersisih di babak grup. Kini Halihodzic, diminta untuk bisa membawa timnya setidaknya lolos ke babak grup.

“Kami negri kecil. Target pertama kami adalah memenangi pertandingan. Kemudian, jika mungkin, lolos ke babak kedua, karena sebelumnya Aljazair belum bisa sejauh itu,” kata pelatih berdarah Bosnia itu.

Dengan bertabur pemain dari berbagai klub Eropa, maka diharapkan kualitas yang ditunjukkan tim Aljazair tidak akan jauh dari tim-tim papan atas benua itu.

Road to Brasil 2014

AlgeriaAljazair mengawali kualifikasi Piala Dunia 2014 dengan tergabung di Zona Afrika (CAF) Grup H bersama Mali, Benin, Rwanda. Laga perdana, Aljazair berhasil menang dengan skor telak 4-0 atas Rwanda.

Namun di laga kedua mereka kalah 1-2 dengan Mali. Laga ketiga dan keempat, Aljazair dua kali mengalahkan Benin dengan skor sama 3-1. Pertandingan kelima, Aljazair menang 1-0 atas Rwanda sekaligus memastikan lolos ke babak ketiga. Di pertandingan terakhir yang sudah tidak menentukan lagi, Aljazair sukses melakukan revans mengalahkan Mali 1-0.

Di babak ketiga yang merupakan akhir kualifikasi, Aljazair bertemu finalis Piala Afrika 2013 Burkina Faso. Pada leg pertama, diluar dugaan Burkina Faso bisa mengalahkan Aljazair dengan skor 3-2.

Beruntung bagi Aljazair karena di pertemuan kedua yang berlangsung di kandang sendiri, berhasil menang 1-0. Aljazair pun lolos ke Piala Dunia 2014 berkat keunggulan agregat gol tandang.

Disingkirkan Jerman dan Austria Secara Licik

Aljazair termasuk tim yang cukup berprestasi di ajang Piala Dunia. Negeri ini sudah tiga kali tampil di Piala Dunia. Penampilan terbaik tim berjuluk Serigala Gurun itu adalah pada 1982 Spanyol ketika mengalahkan Jerman Barat 2-1 dalam laga perdana. Sayang di pertandingan kedua, mereka kalah 0-2 dari Austria.

Di pertandingan terakhir grup, mereka tinggal berhadapan tim terlemah Chile. Jika mereka menang, dan di pertandingan lainnya (Jerman versus Austria) berakhir seri atau Jerman yang kalah, Aljazair akan meraih tiket ke babak selanjutnya.

Aljazair memang berhasil menang 3-2 atas Chile. Tapi, skenario buruk itu betul-betul terjadi. Austria dan Jerman Barat “main sabun”. Para penggemar sepakbola di seantero jagat mengecam perilaku para pemain Austria yang kelihatan sekali mengalah kepada Jerman Barat, negara tetangga dan sekutu dekat mereka. Jeman Barat menang 1-0.

Aljazair, Jerman Barat, dan Austria mengakhiri laga-laga grup dengan nilai yang sama, yaitu 4, hasil dari dua kali menang dan sekali kalah. Tapi, dua negara terakhir menang selisih gol. Merekalah yang berhak maju ke babak berikutnya. Jerman Barat bahkan terus melaju hingga partai final sebelum dikalahkan juaranya, yaitu Italia.

Sementara di Piala Dunia 1986 yang berlangsung di Meksiko, prestasi Aljazair kurang mengesankan. Bergabung di grup D bersama Brasil, Spanyol, dan Irlandia Utara, mereka kalah dua kali dan sekali imbang. Akibatnya mereka gagal melangkah ke babak selanjutnya.

Demikian juga di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Satu grup dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Slovania, mereka kalah dua kali dan sekali imbang dan pulang lebih awal tanpa mencetak satu gol pun.

Susunan Timnas Aljazair

Berikut susunan pemain timnas Aljazair:
Penjaga gawang: Izzedine Doukha; Rais M’Bolhi; Cedric Si Mohammd; Mohamed Lamine.
Belakang: Essad Belkalem; Majid Bougherra; Liasine Cadamuro; Faouzi Ghuoalm; Rafik Halliche; Nacereddine Khuoaled; Aissa Mandi; Carl Medjani; Djamel Mezbah; Mehdi Zostefa.
Tengah: Nabil Benzaleb; Ryan Boudebouz; Yacine Brahimi; Adlene Guediora; Amir Karaoui; Mehdi Lacen; Saphir Taider; Hassen Yebda.
Depan: Rafik Djebour; Abdelmoumen Djabou; Sofiane Feghouli; Ryad Mahrez; Islam Slimani; Hilal Soudani; Foued Kadir; Nabil Ghilas. (by/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL