indonesia-u19Bandar Seri Begawan, LiputanIslam.com — Tim nasional Indonesia U-19 berhasil mengakhiri rentetan hasil buruk pada turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT). Setelah memetik sekali seri dan tiga kali kalah, di laga terakhirnya melawan Timnas Singapura U-21, Timnas berhasil mengalahkan lawannya dengan skor telak 6-0. Pada laga ini, striker Dimas Drajad mencetak quat-trick.

Sebagaimana yang dilaporkan detik.com, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Hassanal Bolkiah, Senin (18/8/2014) sore WIB, Timnas U-19 menurunkan lima pergantian susunan starter. Awan Setho dipercaya untuk mengawal gawang. Sementara itu, Ricky Fajrin Saputra dipercaya menggantikan Muhammad Fatchu Rochman. Di lini tengah, Ichsan Kurniawan diberi kesempatan untuk menemani Evan Dimas dan Paolo Oktavianus Sitanggang. Sedangkan di lini depan, Maldini Palii dan juga Muchlis Hadi dibangkucadangkan, digantikan oleh Septian David Maulanda dan Dimas Drajad.

Pergantian yang dilakukan oleh Indra Sjafri itu membuahkan hasil positif. Timnas U-19 bisa unggul tiga gol dalam kurun waktu 12 menit. Gol pertama dicetak oleh Dimas Drajad pada menit keempat. Menerima umpan silang mendatar dari Ilham Udin, dia mencetak gol dengan kaki kanannya.

Lima menit berselang, Ilham Udin sukses menggandakan keunggulan. Memanfaatkan bola terobosan Ricky Fajrin, dia sukses melesakkan gol dengan tendangan keras kaki kiri.

Dimas Drajad mencatatkan namanya di papan skor untuk kali kedua pada menit 12. Berawal dari bola rebound tendangan Septian David, Dimas Drajad mencetak gol ketiga timnas U-19.

Di sisa babak pertama, timnas U-19 mampu tampil dominan. Tapi, tak ada gol tambahan. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.

Tiga menit setelah restart, Dimas sukses menambah gol lagi. Dia mencuri bola yang dikuasai oleh pemain belakang Singapura, lalu bisa melesakkan bola dengan sempurna ke gawang Singapura. Dimas Drajad kembali unjuk ketajaman di menit 68. Bola rebound hasil sepakan Evan Dimas berhasil dia sontek masuk ke dalam gawang.

Paolo sukses membobol gawang Singapura untuk keenam kali. Tendangan terarah Paolo dari luar kotak penalti mampu menghujam masuk ke gawang Singapura. Timnas U-19 pun menang 6-0.

Dengan kemenangan ini, timnas U-19 berhasil terhindar dari posisi juru kunci grup. Dari enam tim di grup ini, Timnas berada di peringkat lima. Singapura U-21 lah yang menyandang status juru kunci.

Harus Ada Evaluasi

Secara umum, hasil yang didapat Timnas U-19 dianggap sangat mengecewakan. Kalah tiga kali, sekali seri, dan sekali menang, jelas sangat jauh dari perkiraan. Timnas U-19 yang sejak awal digadang-gadang sebagai generasi emas, ternyata sangat rapuh dan mudah goyah.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) La Nyalla Mattalitti dengan tegas menyatakan bahwa tim besutan Indra Sjafri itu perlu segera dievaluasi.

“Saya minta HPU (High Performance Unit) untuk segera menyiapkan forum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuat ‘Garuda Jaya’ dengan memanggil tim pelatih. Silakan lakukan evaluasi meyeluruh dan obyektif. Apapun rekomendasinya akan saya ikuti dan jalankan,” ungkap La Nyalla.

Timnas U-19 di bawah kepemimpinan BTN memang memiliki tim HPU yang bertugas melakukan konsultasi teknis dengan pelatih. Diharapkan dengan situasi saat ini, HPU dapat segera memberikan rekomendasi terbaik bagi tim pelatih.

“Mungkin apa ditempatkan technical advisor atau mungkin apalagi. Saya serahkan sepenuhnya ke ahlinya. Semua terserah HPU. Saya ikuti.”

Kendati begitu, La Nyalla menilai kekalahan Timnas U-19 secara beruntun dalam tiga laga menjadi pelajaran berharga sebelum benar-benar terjun ke Piala Asia U-19 pada Oktober mendatang. Sehingga, menurut dia, masih ada waktu untuk melakukan evaluasi dari semua aspek.

“Ini penting mumpung kita masih ada waktu menuju Oktober nanti di U-19 AFC Championship. Harus dilakukan langkah-langkah yang perlu. Justru karena kita menurun, momentum untuk dilakukan evaluasi di semua lini. Di level tim, saya sudah minta Indra Sjafri untuk evaluasi timnya.”

“Tetapi masih belum menunjukkan perubahan. Jadi harus evaluasi di tingkat yang lebih tinggi. Penting buat Indra untuk mendapat second opinion. Sehingga tidak yakin dengan pendapatnya sendiri.” (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL