adhyaksa-dault-menangis-usai-tonton-5-c-747c2b

Jakarta, LiputanIslam.com – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga pada era kepemimpinan SBY yang pertama, Adhyaksa Dault unjuk bicara menanggapi keputusan Menpora Imam Nahrawi yang membentuk tim sembilan untuk sepakbola Indonesia dan PSSI. Adhyaksa menilai bahwa keputusan tersebut dinilai tidak tepat dan merupakan keputusan yang salah. Selain itu ia menambahkan bahwa keputusan tersebut merupakan indikator bahwa Imam Nahrawi tidak mengerti sepak bola.

Adhyaksa mengaku prihatin dengan keputusan menpora era Jokowi tersebut. Menurutnya, dengan membentuk tim 9 merupakan langkah yang salah dan bisa menjadi blunder bagi pemerintah, seperti diberitakan tribunnews.com.

”Kasihan pak Imam kalau saya lihat, ini menteri namanya tidak mengerti sepak bola tapi tidak ada yang menjelaskan. Tolonglah itu deputi-deputi Menpora, jangan diam aja dan jelaskan kepada Menpora kalau apa yang dilakukannya salah. Ini kok menteri salah didiemin saja,” ungkap Adhyaksa Dault kepada wartawan.

Adhyaksa beranggapan PSSI memiliki otoritas sendiri yang tidak bisa dicampuri oleh Menpora disebabkan PSSI tidak menggunakan dana APBN. Malahan Adhyaksa mendorong agar PSSI tetap mandiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Adhyaksa memberikan masukan kepada Imam Nahrawi agar melakukan komunikasi dengan PSSI jika memang ingin memperbaiki iklim sepakbola Indonesia seperti kasus sepakbola gajah.

Harapannya adalah agar para deputi olahraga di kementerian olahraga bisa memberikan saran dan masukan kepada Imam Nahrawi selaku menpora bahwa keputusannya membentuk tim sembilan adalah hal yang tidak tepat.

”Kompetisi jalan dan rampung dengan baik. Mereka sudah memiliki gedung baru dengan dana milyaran, pembinaan usia muda juga sudah jalan, sekali lagi, kalau memang mau bunuh tikus, ya jangan rumahnya yang dibakar,” selorohnya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*