solehDi tengah keangkuhan manusia modern yang individualistik, ternyata masih ada sosok manusia berhati mulia. Berita tentang ketulusan hatinya telah menjadi perbincangan masyarakat di media sosial. Bahkan, pemberitaan tentangnya tertera pada berbagai media online Indonesia, yang merujuk pada sumber utama berita. Pak Soleh, sesuai dengan namanya, merupakan malaikat tak bersayap yang membagikan bubur dagangannya.

Pada hari Minggu (19/1), Soleh menggratiskan dagangan buburnya untuk para korban banjir di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, Jakarta Barat. Semua warga yang sebagian besar adalah korban banjir boleh menyantap buburnya secara gratis.

“Semua warga Ciledug Indah 1 dan 2 adalah langganan saya. Karena hari ini banyak warga yang menjadi korban banjir, maka saya menggratiskan bubur ini untuk semua warga,” kata Soleh kepada VIVAnews.

Dia menuturkan, sejak tadi pagi dia sudah mendengar kabar Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 lagi-lagi terendam banjir. Lalu, sebelum berangkat berjualan dia berniat untuk menggratiskan dagangannya.

“Sudah sejak dari rumah saya mengikhlaskan dagangan bubur saya digratiskan. Saya tidak bisa bantu tenaga dan pakaian bekas, cuma bubur ini yang bisa saya berikan kepada para warga Ciledug Indah 1 dan 2,” tutur Soleh.

Hari ini, Soleh mulai menjajakan buburnya sejak pukul 09.00 WIB, dan saat ini buburnya sudah ludes diberikan kepada korban banjir.

“Tadi saya niatnya mau masuk ke dalam perumahan. Tapi, tidak bisa masuk. Makanya saya memilih untuk mangkal di posko pengungsian warga saja,” ujar Soleh.

Soleh juga menceritakan, total bubur yang dia gratiskan hari ini berjumlah sekitar 100 mangkok. Tapi, dia tidak mau menuturkan berapa total dari biaya yang dikeluarkan untuk 100 mangkok tersebut.

“Saya tidak mau bicara berapa modal untuk hari ini. Yang penting saya bisa bantu warga dan mereka semua senang,” ujarnya.

Banyak warga yang terharu dengan niat Soleh. “Awalnya saya mengira bubur ini donasi dari pemerintah. Tapi, saya kaget ternyata bubur ini dari Pak Soleh yang biasa dagang di perumahan. Kami sangat terharu sekaligus bersyukur atas bantuan bubur dari Pak Soleh,” kata Yohanes (24), warga Perumahan Ciledug Indah.

Kita patut berkaca pada Soleh yang memiliki kepekaan sosial untuk membantu sesame tanpa pamrih. Lalu, bagaimana dengan para petinggi negeri ini yang terbiasa tidur dengan perut kenyang? Apakah mereka merasakan penderitaan korban banjir yang kelaparan? (wz/ vivanews.com)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL