qudsJakarta, LiputanIslam.com, –Jumat, 25 Juli 2014 diperingati sebagai Hari Solidaritas Dunia untuk Palestina yang dikenal dengan nama Hari Internasional Al-Quds. Seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai kota di dunia akan mengadakan demonstrasi hari Al-Quds ini secara serempak, di hari yang sama. Sebagai kawasan yang berada paling timur, demonstrasi yang berlangsung di Indonesia akan menjadi “gong pembuka” bagi rangkaian demonstrasi di berbagai belahan dunia.

Pada peringatan Hari Internasional Al-Quds tahun 2013, kota-kota besar seperti London, Berlin, dan Paris, diberitakan menggelar demo tersebut. Bahkan di Amerika Serikat, negara pendukung utama Zionis Israel, demo-demo serupa juga diadakan.

Tentu saja, seluruh kota besar Iran seperti Teheran, Qum, Isfahan, Mashad, Shiraz, dll, menampilkan pemandangan turunnya puluhan juta warga Iran ke jalan untuk meneriakkan seruan persatuan ummat Islam dunia dalam rangka memperjuangkan pembebasan Palestina dari cengkeraman Zionis Israel. Demo di Iran menjadi yang paling semarak karena penetapan Jumat terakhir Ramadhan sebagai Hari Solidaritas Al-Quds dilakukan oleh Ayatollah Khomeini.

Kota lain di kawasan Timur Tengah yang rutin mengadakan demo Al-Quds adalah Beirut, Lebanon. Di kota itu, kelompok Hizbullah, milisi Syiah yang dikenal dekat dengan Iran, juga selalu mengadakan demo besrar-besaran di hari Al-Quds.

Dalam pidato yang disampaikan pada saat peringatan Al-Quds tahun lalu, Sekjen Hizbullah, Seyed Hasan Nasrullah, menyatakan bahwa kelompoknya tidak akan pernah meninggalkan Palestina. Ia menegaskan bahwa tekad untuk terus berjuang buat Palestina itu akan tetap dipegang erat, meskipun kelompoknya dituduh sebagau Rafidhi yang sesat, disebut teroris, atau bahkan sampai dibunuhi.

Kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dll, juga mengadakan demonstrasi serupa. Karena Indonesia terletak di kawasan yang paling timur dunia, demonstrasi solidaritas Al-Quds yang digelar di berbagai kota di Indonesia itu akan menjadi pembuka rangkaian demo di kota-kota dunia lainnya.

Ketika demo berlangsung di Indonesia pada saat siang hari (ba’da shalat Jumat), kawasan Timur Tengah (Iran-Lebanon) baru mau bersiap-siap demo. Di Eropa, waktu masih menunjukkan pukul 7-8 pagi. Bahkan di Amerika, saat di Indonesia sedang berdemo, kaum Muslimin masih sedang bersantap sahur. (by)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL