LiputanIslam.com — Maraknya kelompok ekstremis yang tidak mengenal kemanusiaan, membuat prihatin banyak pihak, termasuk Dr Ali Adnan Ibrahim, seorang vice presiden dari jaringan perbankan dunia Islam terbesar di dunia. Beliau menuturkan, saat ini terdapat ulama-ulama yang menyebarkan kebencian terhadap sesama. Seperti apa ? Berikut petikannya:

Islam telah diselewengkan saudaraku, oleh tangan-tangan ulama dan aliran-aliran yang ekstremis. Saat ini negara kita mulai melahirkan generasi menyimpang. Saya telah katakan kepada Anda, dan saya katakan lebih dari sekali.

Saya sudah tidak percaya lagi terhadap orang –orang yang terlihat baik, penyayang, sholeh. Saya memohon kepada Allah agar mereka dijadikan lebih baik dari yang saya kira.

Akan tetapi, telah jelas bagi saya bahwa mereka bersikap baik dan rendah hati seperti itu lantaran mereka sedang “dikebiri.”

Karena mereka sedang memangku jabatan, karena mereka sedang memerankan kekuatan pemerintahan, akan tetapi  ketika jabatan di pemerintahan itu hilang, seperti yang kita lihat hari ini di Suriah, Irak dan lainnya, saudaraku, disanalah Anda akan menyaksikan monster-monster.

Bagaimana mereka memotong kepala-kepala. Anak-anak diajarkan bagaimana cara memotong kepala dan setelahnya mereka meneriakkan takbir. Tidak, jangan bertakbir. Bagaimana Anda meneriakkan takbir dalam lemahnya manusia di hadapan Allah Swt.

Hati dan jantung manusia dikunyah, lalu mereka berteriak, “Allahu Akbar.” Masya Allah.

Kemarin di Inggris terjadi peristiwa yang menyakitkan hati, saya kecewa sekali. Kelompok ekstrmis melakukan mutilasi kepada tentara. Saya tidak menyaksikannya langsung dan tidak sanggup. Tetapi ada seseorang yang menceritakannya kepada saya.

Hasbunallah wa nimal wakil, cukuplah Allah yang membalas ulama dan guru-guru kita yang telah dan masih mengajarkan kebencian. Mereka menyebarkan kebencian diantara sebagian umat Islam dengan sebagian umat Islam yang lain, mereka mengajak orang-orang di seluruh dunia untuk membenci, seakan-akan ajaran agama itu hanya kebencian

Ulama pengkafir itu berteriak, “Orang-orang itu terlaknat, mereka itu salibis. Mereka itu begini, mereka adalah musuh-musuh Allah, mereka itu orang-orang kafir. Sedangkan  kita begini, masya Allah, kita begini, kita, kita, kita.

Kemudian kita tak lagi menghargai seorang manusiapun, kita menghinakan hamba-hamba Allah, menghinakan seluruh umat manusia. Lalu, kitapun menjadi orang yang paling kufur atas kenikmatan. Seolah-olah,  kaum muslimin -lah yang paling kufur terhadap nikmat, nikmat dengan adanya manusia. Mereka [yang kufur nikmat ini] ada di Jerman, di Inggris dan ada di jahanam. (ba)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL