LiputanIslam.com — Video memilukan ini, adalah konfirmasi dari berbagai kabar yang telah beredar, bahwasanya, teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah melakukan praktek jual beli terhadap wanita-wanita Yazidi di daerah yang mereka kuasai, sebagaimana laporan di sini.

Bulan Sabit Merah Irak menyatakan bahwa kawanan teroris bersenjata kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menjadikan kaum perempuan penganut sekte keagamaan Yazidi dan Kristen sebagai budak yang diperjual belikan di sebuah pasar di provinsi Nineveh.

“Para elemen ISIS telah menangkapi kaum perempuan dari kalangan Yazidi dan Kristen sebagai budak dan memperjual belikan mereka di sebuah pasar,” ujar Juru Bicara Bulan Sabit Merah Irak, Mohammad al-Khuzai Selasa (5/8), sebagaimana dilansir Alalam.

Dia menambahkan, “ISIS telah menawan puluhan keluarga Turkman, Yazidi dan Kristen di Bandara Tal Afar serta membunuh semua kaum prianya.” Dia lantas menyerukan kepada semua lembaga kemanusiaan dan khalayak internasional serta pemerintah Irak sendiri supaya segera turun tangan di Nineveh untuk mengatasi tragedi kemanusiaan tersebut.

Sementara itu, anggota parlemen Irak dari kalangan Yazidi, Fayan Dakhil, menangis dan berbicara terbata-bata di parlemen Irak tentang kebejatan ISIS terhadap warga Yazidi di kota Sinjar, Irak utara.

”Warga Yazidi telah dibantai kawanan teroris di Mosul dan kaum perempuannya dijadikan sebagai budak dalam sebuah aksi pembasmian massal di bawah bendera ‘la Ilaha illa Allah,” ratapnya sambil menahan isak tangis, sebagaimana terlihat dalam rekaman video yang diunggah di situs Iraq al-Qanun.

Dia menambahkan bahwa bangsa Irak secara keseluruhan, baik Muslim, Arab, Kurdi dan terutama kalangan minoritas sama-sama menjadi sasaran kebengisan gerombolan ISIS. Dia meminta semua faksi politik segera mengakhiri kemelut politik agar persoalan ISIS dapat ditanggulangi secara maksimal. Dia juga mengimbau khalayak internasional menunjukkan solidaritas kemanusiaannya serta menyelamatkan penduduk yang masih terkepung oleh ISIS.

“Ada indikasi bahwa sebanyak 50 lansia telah meninggal dunia. Pembantaian ini harus dihentikan. Kita hidup di abad ke-21, tapi komunitas Yazidi dibantai habis-habisan,” ujarnya dengan suara yang serak.

Fayan Dakhil tak sempat menuntaskan kata-katanya karena tidak kuat menahan isak tangis. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL