LiputanIslam.com — Karena menyerukan perlawanan terhadap kezaliman, karena mengkampanyekan persatuan Sunni-Syiah, Syaikh Nimr Baqir al-Nimr dieksekusi oleh rezim Arab Saudi.

Berikut ini adalah pernyataan dari puteri dari (alm) Raja Abdullah tahun lalu, berkenaan dengan penahanan Syaikh Nimr.

“Kami berjanji bahwa tangan kami tidak akan melepas Anda. Dan Allah senantiasa bersama dengannya. Syaikh Nimr, pria merdeka yang memiliki harga diri – kami mengambil inspirasi darinya…”

“Kami akan tetap di jalan ini, dalam kata dan dalam perjuangan, karena kami percaya dan beriman kepada Allah. Dengan izin-Nya, kami akan menang.”

“Allah melindungi Anda, yang telah mengembalikan martabat dan mengibarkan panji kemerdekaan, kebenaran, dan kehormatan,” ujar Sahar Rejwan.

Mengapa Sahar mendukung Syaikh Nimr?

Seperti diketahui, mendiang Raja Abdullah selain mewariskan kekayaan yang berlimpah, ia juga mewariskan beragam kontroversi seputar kehidupan pribadinya. Dia tercatat memiliki banyak istri. Media–media Barat menduga istri Abdullah mencapai 30 wanita. Sedangkan anak perempuannya mencapai 15 orang.

Dari 15 putri Raja Abdullah, empat di antaranya jadi sorotan dunia karena ditawan dan hidup dalam tahanan rumah. Empat putri Raja Abdullah yang bernasib malang itu adalah putri Jawaher, Sahar (yang bicara dalam video di atas), Hala dan Maha.

Mereka berada dalam tahanan rumah di sebuah kerajaan Saudi di kota Jeddah. Ibu mereka, Alanoud al-Fayez, telah tinggal di Inggris selama 1,5 dekade terakhir setelah bercerai.

Alnoud al-Fayez mengklaim penahanan terhadap putri-putrinya sudah berlangsung selama 13 tahun. Tahun lalu, berbagai stasiun berita berhasil menjangkau Sahar, 42, dan Jawaher, 38, yang tinggal di sebuah kompleks yang terpisah dengan Maha, 41, dan Hala, 39.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Russia Today Mei tahun lalu, Sahar dan Jawaher, menceritakan penderitaan mereka, yang kehabisan makanan dan air.

Saluran televisi berbasa Arab juga pernah mewawancarai putri-putri Raja Abdullah yang dijadikan tahanan rumah itu. Mereka dihukum karena memperjuangkan hak-hak perempuan dan menolak aturan ketat dari kerajaan Saudi, termasuk aturan perempuan harus dikawal pria jika harus bepergian. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL