Berikut ini video rekaman percakapan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) bersama seorang Syekh Arab Saudi. Aher terlihat melobby sang Syekh agar memberi dana dan beasiswa, dengan “menjual” Iran.

VIDEO dilengkapi subtitle Bahasa Indonesia.

Antara lain, Aher menyebut, “Orang-orang Syiah itu kelihatan kuat dalam kelemahannya. Mereka menjadi kuat, karena kita lemah. Kalau kita kuat, maka otomatis mereka menjadi lemah. Itu merupakan hukum alam.”

Aher juga mengatakan, “Kami sekarang sudah membangun pesantren besar di Subang dan Sukabumi, dan segera di Garut. Nantinya, sebagai pemerintah, kami ingin membangun 30 pesantren lagi.”

Kemudian, Aher mengatakan bahwa setiap tahun Iran memberi beasiswa kepada 3000 pelajar Indonesia untuk belajar ke Iran, jadi minimalnya Arab Saudi juga harus memberikan beasiswa sebanyak itu.

Pengurus IKMAL (Ikatan Alumni Jamiah Al Mustafa, lembaga alumnus Iran di Indonesia) yang dihubungi LI menyatakan, total alumnus Iran sejak berdirinya Republik Islam Iran hingga kini tercatat hanya 270 orang. Data dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Indonesia pun menunjukkan bahwa warga Indonesia di Iran yang mengikuti pemilu 2014 adalah 289 orang. Angka ini jauh berbeda dengan klaim Aher bahwa setiap tahun ada 3000 orang Indonesia dikirim belajar di Iran.

Arab Saudi dikenal royal dalam memberikan bantuan kepada tokoh-tokoh politik. Baru-baru ini di Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak dituduh korupsi karena memiliki dana sejumlah 681 juta dollar AS (setara hampir Rp 10 triliun) di rekeningnya. Kemudian, Kejaksaan Agung Malaysia pada Selasa (26/1/2016) mencabut tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa uang sebesar itu diterima Najib di akun bank pribadinya sebagai hadiah dari keluarga Kerajaan Arab Saudi, yang ditransfer antara akhir Maret dan awal April 2013.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL