Oleh: Adkhilni M. Sidqi

Jumat (11/12/2015) kemarin, saya dan teman-teman dari KBRI Damaskus ikut acara gowes bareng yang diselenggarakan oleh gerakan anak muda Yalla Let’s Bike bekerja sama dengan UN Population Fund (UNFPA), Komite Olah Raga Damaskus, dan Organisasi Wanita Damaskus. Sekitar seribu lima ratus sepeda memerah-jambukan jalanan kota Damaskus dengan tema “Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan.”

Kerennya, KBRI Damaskus adalah satu-satunya kedutaan yang berpartisipasi pada inisiatif baik ini. Dengan partisipasi ini, KBRI Damaskus ingin memberikan pesan kepada warga Damaskus bahwa Indonesia menjadi bagian dari image baru Suriah yang damai dan penuh harapan baru. Sebagaimana tagline khas Pak Dubes “sahabat yang baik tidak akan meninggalkan temannya yang sedang kesulitan.”

Ketika saya upload foto-foto ini, pasti beberapa teman ada yang bertanya, “Betul ini di Damaskus? Kok kelihatan aman?”

Suriah memang sedang dilanda konflik senjata yang berkepanjangan. Saya tinggal di Damaskus dan berani bilang bahwa yang terjadi di sini bukan konflik sektarian, tetapi konflik politik dengan dimensi internasional yang sangat kentara. Bayangkan saja, para pemberontak berasal dari lebih dari 80 negara, belum lagi dengan keterlibatan Rusia dan Inggris akhir-akhir ini. Bagaimana konflik di Suriah ini tidak sarat dengan dimensi internasional?

Damaskus memang belum sepenuhnya aman, tapi harapan jangan sampai hilang. Nah, anak-anak muda yang tergabung dalam gerakan “Yalla Let’s Bike” ini dengan berani membuat acara ini dengan salah satunya tujuan untuk memupuk harapan dan masa depan baru tentang negaranya. Dan Indonesia hadir untuk mendukung itu. (LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL