1974, The Marshes, near Nasiriya, Iraq --- Marsh Arab Village --- Image by ?? Nik Wheeler/CORBIS

LiputanIslam.com — Foto-foto indah ini, adalah lahan basah unik yang terletak di Irak bagian selatan, kawasan Mesopotamia. Inilah “Taman Eden” di Irak, yang, dihuni oleh orang-orang yang dijuluki Ma’dan atau Arab Rawa dengan ciri khasnya berupa rumah-rumah ilalang di atas perairan terbuka.

Rumah dengan aritektur ajaib (mudhif), dibangun tanpa menggunakan paku, kayu ataupun kaca. Mudhif, adalah metode konstruksi yang digunakan oleh penghuni dataran selama ribuan tahun akan tetapi dalam beberapa dekade terakhir, arsitektur eksotis ini hampir punah.

Mengapa waterworld  yang indah ini hampir punah? Semuanya berawal dari kemunculan diktator abad ke 20 di Irak, yaitu Saddam Hussein. Rawa-rawa dan rumah ilalang ini dianggap sebagai tempat persembunyian bagi korban kekejaman Saddam yang berhasil kabur, sehingga tanpa ampun, pada tahun 1991, Saddam menguras lahan basah ini sebagai bentuk hukuman kepada orang-orang Arab Rawa – yang telah memberikan perlindungan kepada pihak yang dianggap teroris oleh pemerintah.

Pemerintah Irak menghidupkan kembali proyek irigasi yang pernah dimulai pada tahun 1970 – namun telah lama terbengkalai lantaran mengganggu aliran air ke rawa-rawa. Perlahan, sumber kehidupan masyarakat Arab Rawa pun hilang, desa mereka  mengering dan surga yang subur tersebut perlahan menjadi serupa gurun. Jikalaupun ada air, oleh pemerintah Saddam, maka akan air tersebut pun diracun.

Akhirnya masyarakat Arab Rawa terpaksa meninggalkan tempat hidup sekaligus tradisi mereka, dan mengungsi di kota atau kamp-kamp baik di wilayah Irak maupun Iran. Hanya sekitar 1.600 dari total hampir setengah juta  masyarakat Arab Rawa yang masih bertahan tinggal di rumah tradisional pada tahun 2000.

Namun, kehidupan yang hampir punah ini kembali dipulihkan pasca invansi AS ke Irak pada tahun 2003. Mereka mulai menjebol tanggul yang dibuat Saddam Hussein dan kekeringan dan mengalirkan airnya kembali ke wilayah ‘Taman Eden’. Namun kondisinya hari ini sudah jauh berbeda dan butuh waktu lama untuk kembali seperti sedia kala. Orang-orang Arab Rawa yang kembali ke wilayah itu disambut oleh tidak adanya air bersih untuk diminum, sanitasi yang buruk, dan tidak adanya fasilitas pendidikan dan kesehatan.  (ba)

Sumber foto: http://www.messynessychic.com/

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL