LiputanIslam.com — Grand Syaikh Al Azhar Syaikh Ahmad Thayib menyatakan dalam wawancara berikut, bahwa pihaknya tidak mengkafirkan Syiah.”Kami (Al-Azhar) tidak mengkafirkan Syiah dan menolak setiap aksi ‘takfir’ yang dilakukan oleh kaum Sunni terhadap kaum Syiah. Aksi takfir adalah sebuah kesalahan yang Islam pun menentang hal itu.”

Namun ia juga menambahkan, bahwa Al-Azhar tidak rela dan akan selalu menentang aksi mencela, mencerca terhadap sahabat yang dihormati oleh Ahlussunah. “Kami selamanya tidak akan rela dan selalu menentang setiap aksi celaan atau cercaan kaum Syiah terhadap apa dan siapa yang dihormati oleh kaum Sunni, seperti para sahabat, para Khalifah, Sayyidah Aisyah, Imam Bukhari dan Imam Muslim. Kita tidak boleh mencela mereka atau menuduh mereka dengan tuduhan keji. Bahkan bisa jadi kami lebih mencintai Sayyidina Ali daripada mereka, orang-orang Syiah yang selalu memisahkan antara Ali dengan para sahabat lain, atau antara Ali dan Sayyidah ‘Aisyah.”

Seperti diketahui, ulama muktabar Syiah telah menyatakan dalam fatwa-fatwa menyatakan bahwa penistaan terhadap simbol-simbol yang dihormati Ahlussunah adalah haram. Misalnya, Pemimpin Besar Republik Islam Iran, Ayatullah Khamenei, yang berfatwa, “…diharamkan melakukan penghinaan terhadap (tokoh-tokoh yang diagungkan) Ahlusunah Waljamaah apalagi melontarkan tuduhan terhadap istri Nabi Saw dengan perkataan-perkataan yang menodai kehormatannya, tindakan demikian haram dilakukan terhadap istri-istri para nabi terutama penghulu mereka Rasul termulia.”

Sehingga, ketika ada suatu kelompok atau oknum Syiah yang melakukan cercaan ataupun hinaan terhadap sahabat Nabi, maka sikap demikian itu tidak merepresentasikan Syiah secara umum. (ba)

—-

Dikembangkan dari artikel di Suara Al-Azhar

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL